Sehat Rohani dan Jasmani Sebagai Wujud Keseimbangan Hidup

Gamping – Dalam rangka memberikan sumbangsihnya di bidang kesehatan bagi masyarakat, Rumah Sehat Cokrowijayan Sleman (RSCS) menyelenggarakan kegiatan Sanja Kekadangan bertajuk Sehat Rohani Jasmani (Seroja) yang dilaksanakan di halaman Sekretariat RSCS Banyuraden, Minggu (7/11/2021) dan disiarkan langsung melalui Facebook dan Youtube untuk mengurangi kerumunan.

Sanja Kekadangan tentang kesehatan yang dipandu oleh Ketua KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo menghadirkan Ketua Bulan Sabit Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, dr. Bambang Edi Susyanto sekaligus penanggung jawab RSCS Banyuraden yang mengupas materi tentang beberapa aktivitas penting paska bangun tidur guna pemeliharaan kesehatan sehari-hari.

Berdasarkan keterangan dr. Bambang Edi, setiap bangun tidur semua orang dianjurkan melakukan beberapa hal untuk menghindari terjadinya perubahan tekanan darah secara mendadak karena perubahan posisi tubuh seperti hipertensi postural, maupun sebaliknya hipotensi postural. Ketidakseimbangan tubuh dapat mengakibatkan seseorang terjatuh atau pun pingsan. Karenanya, Ia menyarankan untuk berdoa setelah bangun tidur yang merupakan wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta atas anugerah usia yang diberikan serta menumbuhkan aura positif di pagi hari.

“Menjaga kondisi badan supaya tetap seimbang akan menyebabkan kualitas hidup menjadi lebih baik, apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Untuk mencapai hidup yang seimbang wajib menjaga kesehatan jasmani dan rohani,” tutur dr. Bambang.

Tips sehat rohani jasmani yang selanjutnya yaitu menerapkan pola hidup yang bersih karena dengan selalu menjaga pola hidup yang bersih dan sehat akan terhindar dari berbagai penyakit sehingga menjadi umat yang sehat dan kuat, termasuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sesuai anjuran dari pemerintah.

Yang tidak kalah penting adalah segala hal dalam kehidupan tidak berlebihan karena dalam ajaran agama juga dianjurkan untuk hidup secukupnya, selain itu Allah SWT melarang setiap muslim hidup berlebihan. Sehingga seseorang akan lebih mudah merasa bersyukur dan mengingat keberadaan dirinya yang tidak kekal di dunia ini.

Di akhir perbincangannya, dr. Bambang berpesan bahwa kesehatan rohani menjadi kunci penentu kesehatan seseorang yang merupakan kesehatan jiwa manusia yang memiliki akal dan pikiran sehingga pikiran dan hati menjadi tenang sekaligus nyaman. Sedangkan kesehatan jasmani akan menjadikan organ tubuh manusia dalam keadaan normal dan stabil.

“Dengan berdzikir kita merasa aman dan dekat dengan Allah SWT, serta yakin akan selalu dilindungi sehingga pikiran kita akan merasa tenang dan rileks,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: