Dalam rangka menghadapi Natal dan Tahun Baru (nataru), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman tidak melepaskan kolaborasi gerakan 3T (Testing, Tracing & Treatment), 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak) dan Vaksinasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Novita Krisnaeni dari Dinas Kesehatan Sleman saat megisi acara jumpa pers terkait perkembangan Pandemi COVID-19 di Kabupaten Sleman pada Selasa (23/11/2021) di Ruang Pers Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.
Sebagai bentuk upaya pelaksanaan 3T, setelah beberapa minggu lalu Sleman diguncang dengan penambahan kasus penyebaran COVID-19 dari Klaster Takziah yang berasal dari Sedayu Bantul, Klaster Keluarga di Nogotirto, dan Klaster Pabrik Tahu di Somodaran, Banyuraden, Kapanewon Gamping, untuk saat ini kasus tersebut sudah tidak mengalami penambahan.
“(Kasusnya) sudah tertangani dengan baik dan tidak ada penambahan lagi, artinya sudah dinyatakan selesai,” ungkap Novita.
Mengenai 3M, Novita mengingatkan kembali pada masyarakat untuk tetap tertib pada protokol kesehatan tersebut.
Dalam hal vaksinasi, Novita memaparkan bahwa dari catatan per tanggal 21 November, sekitar 89.6 persen masyarakat Sleman sudah mendapatkan vaksin dosis 1 dan terus dilakukan penyisiran agar program vaksinasi berjalan optimal.
“Kelompok masyarakat yang belum divaksin ini merupakan kelompok yang sulit seperti lansia yang tidak bisa datang langsung ke tempat vaksinasi. Alhamdulillah, kita mendapat dukungan penuh dari kapanewon-kapanewon untuk bisa menyisir sampai ke tingkat RT,” jelasnya.
Lanjutnya, membahas mengenai stok vaksin, Dinas Kesehatan Sleman selalu melakukan pengecekan terhadap vaksin yang statusnya mendekati tanggal kadaluarsa. Memantau dari puskesmas, Dinkes mengimbau untuk segera menggunakan vaksin yang sekiranya dalam hitungan satu bulan ke depan sudah mencapai tanggal kadaluarsa, atau mengembalikannya jika vaksin tersebut terpaksa tidak bisa habis.
“Kita pastikan bahwa vaksin yang beredar di Sleman itu tidak ada yang melebihi ED (expired date/tanggal kadaluarsa),” pungkas Novita.
Dengan adanya perayaan Natal dan tahun baru ini Novita berharap agar tidak terjadi lonjakan kasus. (Rep Umam)


