Sleman – Meski proses pemugaran masih terus dilakukan, namun keberadaan Candi Ijo di wilayah Kecamatan Prambanan ternyata sudah mampu menarik perhatian pengunjung. Bahkan dalam satu bulan pengunjung objek wisata di perbukitan Prambanan ini bisa mencapai 5.000 orang.
“Hal ini terbukti pada hari libur Sabtu dan Minggu cukup banyak pengunjung yang datang, apalagi pada sore hari untuk melihat ‘sunset’. Jumlah pengunjung ini bisa lebih banyak kalau pemugaran sudah dinyatakan selesai,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman, Ir AA Laksmi Dewi TP MM kepada wartawan, kemarin.
Menurut Ayu, Candi Ijo di Dusun Groyokan Sambirejo Prambanan tersebut sangat bagus. Apalagi setelah dilakukan pemugaran, semakin kelihatan keindahan candi yang letaknya paling tinggi di Jogja.
“Dengan lokasi di ketinggian seperti ini, pengunjung dapat melihat pemandangan kota Jogja dari atas dengan leluasa,” kata Ayu didampingi Sri Muryantini dari BPCB Jogja.
Namun sayangnya, lanjut Ayu, akses jalan menuju Candi Ijo sangat memprihatinkan. Jalan rusak di sejumlah tempat sangat mengganggu kalancaran transportasi menuju candi. Apalagi kondisi jalan juga menanjak cukup tinggi.
Untuk mengatasi persoalan ini, Disbudpar Sleman mengincar dana keistimewaan (danais). Upaya pengajuan anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan ini diharapkan bisa disetujui, karena terkait dengan upaya pelestarian peninggalan sejarah.
“Untuk pengajuan anggaran perbaikan jalan ini tentunya melibatkan instansi lain, khususnya Pekerjaan Umum (PU). Mengingat instansi itulah yang tahu persis soal pembangunan infrastruktur jalan,” kata Ayu.


