Mempertahankan Eksistensi Tari Tradisional di Tengah Generasi Milenial

Sleman – Teknologi digital yang semakin berkembang membuat eksistensi kesenian tradisional, terutama di kelompok milenial semakin tergeser posisinya. Hal tersebut dapat berakibat menyusutnya para pelaku seni di usia muda, sehingga ke depannya, kesenian tradisional dapat hilang secara perlahan.

Hal tersebut yang menjadi alasan Sri Supeni untuk membuka Sanggar Tari Budaku yang berada di Perum Sukoharjo Indah Blok N 201, Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik.

“Saya ingin mengembalikan kesenian ini bisa hidup lagi, dan anak-anak bisa berkreasi dan berprestasi,” ujar Sri Supeni di sela-sela kesibukannya melatih anak didiknya saat geladi bersih beberapa penampilan yang akan dipentaskan, Jumat (3/12/2021).

Saat ini, Sri Supeni mengatakan bahwa anak didiknya saat ini berjumlah 45 orang, di mana 32 di antaranya adalah siswa usia SD dan SMP. Ia dan anak didiknya sampai saat ini telah menghasilkan 10 tarian dan 2 land dance, dan berhasil meraih beberapa prestasi, di antaranya adalah Juara 2 Lomba Tari di Lippo, 5 besar di acara Yogya Menari. “Pernah juga mengisi di Stasiun TV seperti Adi TV pada acara Bintang Cilik,” papar Sri Supeni.

Apa yang dilakukan oleh Sri Supeni ini mendapatkan apresiasi dari Lurah Sukoharjo, Hadi Subronto. Menurut Hadi, Sukoharjo saat ini terus berusaha memberikan pendampingan terhadap kegiatan kesenian seperti ini.

Ia juga akan berusaha agar kesenian yang dilakukan ini dapat diresmikan oleh Dinas Kebudayaan Sleman, agar lebih mudah mendapatkan dukungan, terutama dari segi pendanaan dan kesempatan untuk tampil.

“Bahkan apabila suatu saat ada event besar atau tamu dari luar, kita bisa menjadi prioritas untuk menampilkan kreativitas dari anak-anak sanggar,” ujarnya.

Tidak hanya Hadi yang merasa senang dengan adanya kegiatan kesenian seperti ini. Intan dan Lin, anak didik di Sanggar Bundaku juga merasa bahagian bisa mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan mereka di bidang seni tari. “Sangat suka (bisa berlatih tari),” tambah Intan. (Eswe/KIM Sukoharjo Ngaglik)

image_pdfimage_print
Bagikan: