Warga Prambanan Nantikan Hujan

Sleman – Menjelang berakhirnya musim kemarau, warga di perbukitan Prambanan masih mengalami krisis air. Apalagi gerimis yang beberapa waktu lalu sempat turun belum merata dan hanya jatuh di lokasi bawah. Sedangkan di daerah atas masih belum ada hujan, baru sebatas mendung.Kepala Desa (Kades) Gayamharjo Sugiyanta mengatakan hal tersebut, kemarin. Menurutnya, warga kini sedang menanti turunnya hujan. Ini agar kebutuhan air bersih mereka dapat segera terpenuhi. Meski dalam beberapa pekan terakhir cuaca cenderung mendung, namun hujan belum juga turun.

“Sampai sekarang belum turun hujan. Tapi kalau mendung sudah.  Udara juga mulai lembab. Mungkin pertengahan bulan depan mulai ada hujan. Akibatnya hingga sekarang warga masih membutuhkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Sugiyanta menambahkan, hingga akhir Oktober sudah ada dari salah satu bank yang  melaporkan akan mendroping sebanyak 250 tangki air bersih bagi warga Gayamharjo. Jika dilihat dari jumlah tangki yang akan dikirim, kemungkinan bantuan air bersih masih tetap ada hingga pertengahan November nanti.

“Tapi untuk kebutuhan air bersih di sejumlah warga sudah bisa dipenuhi dari Organisasi Pengatur Air (OPA) di sistem Prambanan 3. Mulai beroperasinya kembali pengurus ini cukup meringankan beban warga kami dalam hal pemenuhan air bersih,” jelasnya.

image_pdfimage_print
Bagikan: