Air Bekas Mandi Untuk Minum Hewan Ternak

airSleman – Setiap musim kemarau, daerah perbukitan Prambanan Kabupaten Sleman pasti langganan kekeringan. Seperti di Desa Gayamharjo yang memiliki beberapa sumber mata air, namun ternyata tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari warga setempat.

Kabag Pemerintahan Desa Gayamharjo, Gimo Wiyanto menjelaskan, saat musim kemarau ada tiga RT dengan jumlah 95 KK dari Desa Gayamharjo dan Wukirharjo yang mengandalkan mata air dari empat sumur. “Namun, sumur itu hanya cukup untuk kebutuhan minum saja. Sedangkan untuk cuci, mandi dan kebutuhan hewan ternak pasti tidak cukup. Jika tidak ada bantuan air bersih, ya terpaksa warga harus beli air per tangkinya Rp 100.000,” kata Gimo, kemarin.

Menurut Gimo, pihaknya sering mendapatkan bantuan air bersih dari berbagai instansi maupun swasta. Bantuan itu kemudian ditampung di bak penampungan umum yang dapat digunakan warga untuk kebutuhan masak, cuci dan mandi atau minum hewan ternak.

“Karena air susah didapat, maka setiap kali mandi air bekas mandi itu ditampung dan diberikan untuk minum hewan ternak,” imbuhnya.

Ny Warso warga Dusun Parangan Desa Gayamharjo Kecamatan Prambanan menuturkan, setiap hari dirinya harus mengambil air dari bak penampungan umum untuk digunakan kebutuhan sehari-hari.

“Setiap pagi dan sore, saya dan warga lainnya selalu mengambil air disini. Meski sekali ambil hanya dibatasi dua jerigen saja, namun kami masih bersyukur karena dapat air bersih,” katanya.***

image_pdfimage_print
Bagikan: