Methal Sarean, Tradisi Bersih Makam Kalurahan Kepuharjo

Cangkringan – Masyarakat Kalurahan Kepuharjo memiliki tradisi rutin membersihkan makam yang dikenal dengan Methal Sarean. Methal memiliki arti memisahkan atau memutus, sedangkan sarean memiliki arti makam atau kuburan. Istilah ini muncul karena dulunya gundukan tanah makam banyak ditanami rumput yang menyatu dengan kuburan lainnya, sehingga untuk memisahkannya harus di-pethal. Tradisi tersebut yang dilakukan oleh Warga Dusun Petung dan Manggong, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman pada Minggu (16/1/2022).

Umumnya kegiatan bersih makam hanya dilakukan setahun sekali menjelang Ramadan yang dikenal dengan istilah nyadran. Namun di Kepuharjo, bersih-bersih makam bisa dilakukan beberapa kali dalam setahun. Bahkan di dusun Manggong setiap 35 hari sekali atau selapan. Sedangkan untuk dusun Petung bersih makam biasanya dilakukan 6-8 kali dalam setahun.

Menurut penuturan Ngadiran, Rais Dusun Petung, tradisi bersih makam ini dilakukan beberapa kali sebagai pengingat, bahwa kita semua yang hidup pasti akan mati. “Selain itu, ketika membersihkan makam, semua warga pasti datang sehingga terjalin kebersamaan antar warga,” imbuhnya.

Berbeda dengan nyadaran, bersih-bersih makam ini tidak membawa makanan. Setelah selesai membersihkan makam warga berarktivitas seperti biasa. (Andi Ferdana/KIM Cangkringan)

image_pdfimage_print
Bagikan: