Posyandu Garda Terdepan Penanganan Stunting

Ngaglik – Posyandu dan kader-kadernya memiliki peran penting dalam deteksi dini tumbuh kembang anak, juga menjadi wahana pertama dan merupakan garda terdepan penanganan stunting. Kegiatan penimbangan dan pencatatan Kartu Menuju Sehat (KMS) sangat penting dalam menentukan bagaimana status gizi bayi dan balita terutama status tinggi badan menurut umur untuk mendeteksi kejadian stunting.

Panewu (camat) Ngaglik, Siti Wahyu Purwaningsih berpesan kepada pokja (kelompok kerja) IV di PKK yang membidangi kegiatan posyandu, agar menyampaikan kepada kader untuk memperhatikan alat ukur. “Terjadinya data stunting yang besar bisa jadi karena alat yang tidak baku. Di samping itu, belum tentu karena kurang makan tapi mungkin ada penyakit bawaan sehingga asupan gizi tidak terserap optimal,” kata Siti Wahyu Purwaningsih saat menghadiri rakor dan sosialisasi pokjanal (kelompok kerja operasional) posyandu di Aula Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Rabu (2/2/22).

Siti Wahyu Purwaningsih pun banyak memberikan kritikannya untuk kegiatan posyandu di Kapanewon Ngaglik. “Ketika penimbangan posyandu, bukan makanan segar tapi kadang diberikan susu kemasan  atau kue kemasan karena kader tidak mau ribet. Selain itu ketika ada posyandu hanya sekedar nimbang, mengisi KMS yang penting di atas garis merah terus pulang tidak ada pemberian sosialisasi,” ujar Siti Wahyu Purwaningsih.

Panewu Ngaglik ini juga berharap ada informasi edukasi tentang stunting dan resep-resep mudah untuk membantu pertumbuhan anak. “Kader bisa meningkatkan kreatifitas dengan searching YouTube Halo Dokter misalnya. Jangan bosan  terus memberikan edukasi agar kasus stunting di Sleman segera teratasi,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman, Sungkawati Budi Rahayu dalam acara yang sama berharap agar setiap posyandu memperkuat diri secara kelembagaan. “Ada dua bidang kegiatan posyandu yaitu kesehatan dan pengembangan. Mohon diakomodir di peraturan kalurahan disesuaikan dengan nomenklatur yang baru,” pesan Sungkawati Budi Rahayu. (Endarwati/KIM Ngaglik)

image_pdfimage_print
Bagikan: