Sleman Terus Kendalikan Pertumbuhan Penduduk

DSC_0090Sleman – Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam IX membuka Kegiatan Jambore Kader IMP dan Penyuluh KB Tingkat DIY, Kamis (30/10). Acara dilaksanakan di halaman Monumen Gunung Api Merapi (MGM) diiikuti sekitar 800  Kader IMP & Penyuluh KB se DIY. Dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur didampingi Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dan Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN Pusat melepaskan burung Manyar sebagai tanda pembukaan Jambore dan penyerahan bibit pohon mahoni dan sengon untuk ditanam di wilayah Pakem. 

Sri Purnomo juga menginformasikan bahwa kesadaran masyarakat Sleman dalam melaksanakan program KB semakin tinggi. Berdasarkan pendataan bidang keluarga berencana pada tahun 2013 jumlah jiwa dalam setiap keluarga yaitu 3,3 jiwa. Jumlah tersebut memang menurun dari tahun 2012 yaitu 3,7. Namun demikian Sleman tetap berupaya untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk mengingat tantangan dalam mengendalikan jumlah penduduk di Sleman ini tidaklah ringan.

Lebih lanjut Sri Purnomo menyampaikan sasaran program KB tak hanya pada kaum ibu namun juga pada kaum pria. Pada tahun ini hingga bulan Agustus, peserta KB baru mencapai 80%, dan pencapaian peserta KB aktif telah mencapai 100%. Keberhasilan pelaksanaan program KB di Sleman tersebut tidak terlepas dari peran para kader yang notabene merupakan kaum ibu/kaum perempuan termasuk PPKBD 86 desa dan sub PPKBD yang berjumlah 1.340 yang telah aktif memotivasi masyarakat baik kaum wanita maupun kaum pria untuk ber-KB.

Oleh karena itu Sri Purnomo meminta kepada seluruh kader IMP, Penyuluh KB, Anggota PIK R dan  bersama-sama mendorong masyakat untuk mengefektifkan dalam mendidik dan melakukan pengawasan pada anak dan remaja.  “Maraknya kenakalan remaja yang telah mengarah pada tindak kriminalitas sangat memprihatinkan. Mau tidak mau pengembalianperan keluarga sebagai pendidik utama anak harus diupayakan dan
diefektfkan kembali kembali,” kata Sri Purnomo.

Pembentukan karakter anak dan remaja saat ini perlu menjadi fokus perhatian bersama, orang tua, sekolah, pemerintah termasuk para kader IMP, Petugas dan Penyuluh KB serta masyarakat. Saat ini sudah tidak saatnya lagi ada pembatasan peran orangtua, guru dan masyarakat dalam mengawasi dan melakukan pembinaan kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.  Menurut Sri Purnomo, permasalahan inilah yang saat ini menjadi tantangan dan tuntutan kader IMP dan penyuluh KB dalam melaksanakan pembinaan keluarga.

“Tugas dan Tanggung Jawab tidak saja mengendalikan jumlah penduduk namun juga bagaimana menjadikan anak-anak kita menjadi anak-anak yang berkarakter dan berkualitas,” tuturnya.

image_pdfimage_print
Bagikan: