Sleman – Keluarga besar Muhammadiyah Kapanewon Turi menggelar pengajian rutin Ahad Kliwon pada Minggu (13/2/2022). di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ngablak, Bangunkerto, Turi. Acara tersebut menghadirkan Gita Danu Pranata, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Yogyakarta sebagai pemateri.
“Kajian ini dihadiri sekitar 200 jamaah yang digelar dengan menerapkan prokes ini harapannya dapat , dan memberikan semangat menggairahkan semangat silaturahmi dan menambah ilmu,” kata Bambang Rahmanto selaku Ketua PCM Turi di awal pembukaan kajian .
Dalam pengajian, Gita Danu Pranata, menegaskan bahwa sebagai orang yang beriman kita senantiasa harus bersabar dan bertawakal selama menjalani ujian dan cobaan.
“Seperti halnya pandemi COVID-19 ini hendaknya kita menyandarkan kembali kepada Allah atas setiap cobaan apa yang dihadapi,” ungkap Gita.
Gita juga menambahkan bahwa di tengah dunia teknologi informasi yang berkembang sedemikian cepat, di mana pengusaan akan informasi, big data dan artificial intelegent, menjadi sebuah realita tantangan dakwah bagi warga persyarikatan agar tidak tergagap-gagap dengan fenomena kekinian tersebut.
“Salah satu hal penting tentang dunia IT adalah bagaimana menyikapi berita yang begitu banyak berhamburan di sekitar kita melalui medsos. Setiap berita yang dihasilkan mengandung tujuan tertentu oleh si pembuatnya dan ini belum tentu benar atau sesuai dengan aqidah keislaman dan pemikiran kita,” ungkap Gita
Di sinilah Gita menekankan mengenai pentingnya melakukan reframing yaitu dengan membingkai kembali isi dari sebuah pengalaman atas suatu perilaku/kejadian untuk mengambil hikmah atas sebuah peristiwa yang terjadi, karena dengan melakukan reframing terhdap sebuah peristiwa atau berita kita bisa tepat dalam bersikap.
“Jangan sampai kita menjadi ‘orang yang rugi mencit’ yaitu meskipun ngaji dan sholat namun ternyata masih ghibah terhadap orang lain, potensi ini semakin dimudahkan di tengah era digital saat ini, di mana penyebaran berita sangat cepat namun jika tidak bisa mensikapi justru menjadi ladang ghibah,” jelas Gita.
Gita mengatakan bahwa kunci untuk mengatasinya adalah melakukan filter berita dengan cermat, seperti memastikan sumber berita sebelum disebarkan melalu berbagai kanal.
“Jangan sampai kita justru balapan atau adu cepat share berita hanya karena nafsu merasa tahu lebih cepat, sebuah berita tanpa dicermati dengan seksama,” tandasnya. (Arief Hartanto)


