Sleman– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman telah menyiapkan delapan ‘Early Warning System’ (EWS) untuk memantau aktivitas di sepanjang sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Semua EWS tersebut dalam kondisi baik dan siapa jika harus digunakan sewaktu-waktu.
Kabid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Sleman, Heru Saptono, Kamis (30/10) mengungkapkan bahwa dari delapan EWS tersebut mayoritas ditempatkan di sepanjang Kali Gendol dan Opak yang memang penumpukan materialnya berada di dua sungai tersebut. Untuk titik-titiknya seperti Turgo II, Kemiri, Pulowatu, Kliwang atau Teplok, Bronggang, Jaranan, Kejambon Lor dan Ngerdi.
“Sebenarnya secara keseluruhan kita memiliki 13 EWS. Namun dari jumlah tersebut, hanya delapan yang dikhususkan untuk mengamati banjir lahar hujan. Sedangkan sisanya yang empat untuk awan panas. Keempat EWS untuk awan panas, berada di Dusun Kalitengah Lor, Srunen, Tangkisan dan Huntap Batur. Sedangkan satu EWS di Turgo I untuk penakar curah hujan kondisinya rusak” katanya.
Heru menuturkan, EWS tersebut dipasang dalam sejenis tower dengan ketinggian antara 12-24 meter. Sementara itu bentuk mitigasi bencana yang telah dilakukan BPBD Sleman bersama masyarakat dan relawan salah satunya dengan cara melakukan gladi lapang serta simulasi.


