Kundha Kabudayan Sleman Gelar Workshop Penulisan Feature Bahasa Jawa

Sleman – Sebagai wujud upaya menjaga keberadaan budaya jawa guna memperkuat jati diri manusia yang memiliki budi pekerti yang luhur khususnya dalam bidang sastra jawa maka Dinas kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman menyelenggarakan workshop penulisan feature Majalah Bahasa Jawa Memetri yang digelar di Asram Edupark, Sendangadi, Sleman, Rabu (16/2/2022).

Workshop penulisan feature dalam bahasa jawa ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas kebudayaan Kabupaten Sleman, Arif Marwoto bersama Plh. Kepala Bidang Sejarah, Bahasa Sastra dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Wasita. Adapun jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 30 orang dari kalangan komunitas Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi, Forum Guru Sleman Menulis, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Jawa tingkat Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Pertama.

Kegiatan yang dipandu Kepala Seksi Sastra dan Budaya Dinas Kebudayaan Sleman, Ita Kurniawati menghadirkan mentor dari kalangan professional dan akademisi diantaranya Redaktur Pelaksana Majalah Bahasa Jawa Memetri, Budi Sardjono, Pemimpin Umum Majalah Digital Bahasa Jawa Belik, Sutopo Sugihartono, serta akademisi Wiwien Widyawati Rahayu yang merupakan Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Arif Marwoto memberikan apresiasi kepada peserta workshop penulisan feature dalam bahasa jawa guna meningkatkan kualitas kemitraan antara masyarakat dengan pemerintah khususnya Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman.

“Dengan mengikuti workshop ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas menulis para peserta dan kemampuan literasi masyarakat bisa meningkat sehingga dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan kualitas isi dan tampilan majalah memetri yang diterbitkan oleh Kundha Kabudayan Sleman,” tuturnya.

Adapun materi workshop yang diberikan secara teori dan praktek oleh para mentor antara lain teknik penulisan feature agar menarik dibaca, teknik melakukan wawancara dengan narasumber, dan teknik mencari rujukan dari buku, jurnal, dan naskah.

Ditambahkan, penerbitan Kalawarta Basa Jawa Memetri pada tahun 2017 dilakukan sebanyak 2 kali, pada tahun 2018 hingga 2021 sebanyak 3 kali, dan pada tahun 2022 direncanakan sebanyak 4 kali yang dibiayai oleh dana keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bentuk upaya mempertajam implementasi 10 objek pemajuan budaya melalui karya sastra jawa. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: