Sleman – Kustini Sri Purnomo, Bupati Sleman meletakkan batu pertama pada pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Al Mubarok di Dusun Barak I, Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan pada hari Minggu (27/02/2022).
Kegiatan dalam bentuk pengajian umum dan peletakkan batu pertama teresebut dilakukan dalam rangka penggalangan dana pembangunan gedung yang diprakarsai oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kapanewon Seyegan bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Kalurahan Margoluwih.
Gedung Dakwah Al Mubarok sendiri dibangun di atas tanah wakaf Muryam dengan luas 234 m2 yang berlokasi di Dusun Barak I RT 04 RW 15. Pembangunan gedung tersebut direncanakan memakan biaya sebesar Rp 1.610.417 000, -.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Arif Kurniawan, Panewu Seyegan Drs. Yakti Yudanto, dan perwakilan DPW, DPD, DPC Muhammadiyah, dan Aisyiyah.
Parwoto dari Dewan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedepannya, gedung Dakwah Al Mubarok ini akan dijadikan sebagai Pondok Pesantren yang akan dikelola oleh PCM Ranting Margoluwih. “Sehingga diharapkan gedung tersebut juga berfungsi sebagai pusat kegiatan Muhammadiyah,” ungkap Parwoto.
Sementara Suroso, Ketua Panitia Pembangunan melaporkan tentang penggalangan dana yang sudah berjalan selama ini yang sudah mencapai Rp 97.510.000, -. Adapun shodaqoh berupa material terdiri dari semen (634 sak), batu (2 rit), pasir (5 rit), split (1 rit) dan Bata merah 2000 buah.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada DPC Muhammadiyah Kapanewon Seyegan yang akan mempunyai gedung dakwah yang representatif. Kustini mengajak warga Muhammadiyah untuk bergotong royong mewujudkan pembangunan tersebut. Kustini juga berpesan selain digunakan untuk kegiatan pendidikan (TPA), kedepannya gedung dakwah tersebut juga digunakan untuk kegiatan sosial yang memfasilitasi kegiatan lingkungan, ekonomi ataupun bentuk pelatihan yang lain.
Dalam kesempatan tersebut Kustini memberikan bantuan dana sebesar Rp 50 juta untuk pembangunan Al Mubarok.
Sebagai puncak acara adalah pengajian umum yang disampaikan oleh Sri Purnomo, yang juga mantan Bupati Sleman. Dalam tausiahnya, Sri Purnomo mengajak semua warga Muhammadiyah untuk menabung bekal akhirat dengan berinfak dan sedekaj sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Ada ladang amal didepan mata untuk dijadikan wasilah bekal akhirat tersebut. Gedung dakwah tersebut akan menjadi amalan yang tidak terputus katena kemanfaatannya sebagai pusat pendidikan dan sosial. Sebagaimana arti dari Al Mubarok sendiri yang berarti “selalu diberkahi”, segala amal jariyah yang menyertai kegiatan dakwah di gedung tersebut mendapat limpahan berkah dari Allah SWT,” jelas Sri Purnomo. Kegiatan dilanjutkan dengan acara seremonial peletakan batu pertama oleh Bupati Sleman.
Pada kesempatan tersebut panitia mengumumkan jumlah infak yang terkumpul pada penggalangan dana tersebut sebesar Rp 6.645.000, -, kesanggupan jamaah (61 orang) sebesar Rp 443.250.000, -, PWM DIY Rp 5.000.000, -, Arif Kurniawan melalui dana Pokir Rp 100.000.000, – dan total sumbangan semen sebanyak 116 sak.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 wib tersebut juga dimeriahkan dengan bazar pakaian dan diakhiri pada pukul 11.00 wib. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)


