Menggapai Berkah Ramadan di Masa Pandemi

Sleman – Pimpinan Ranting Muhammadiyah Randu Songo dalam menyongsong Ramadan 1443 mengadakan sejumlah agenda di antaranya pengajian dengan tema Menggapai Berkah Ramadhan di Masa Pandemi. Pengajian tersebut menghadirkan pembicara mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo pada Jumat (4/4/2022).

“Gelaran acara ini bertempat di Masjid Al Islam Randusongo dengan tujuan untuk memberikan bekal dan motivasi jamaah masjid dan warga Ranting Muhammadiyah Randusongo,” sebagaimana dituturkan T Haryadi selaku Ketua Takmir Masjid dan sekaligus pimpinan PRM Randu Songo.

Ramadan adalah bulan yang suci dan penuh berkah bagi umat Islam diseluruh penjuru dunia. Pada bulan ini seluruh umat muslim akan berusaha untuk menggapai keberkahan yang ada didalamnya. Setiap umat muslim akan mempergunakan setiap detik waktunya untuk lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta. Bulan Ramadan dipenuhi dengan berkah yang melimpah, setiap amalan baik akan mendapat pahala yang berlipat ganda, dan Allah akan memberikan ampunan bagi setiap ummatnya.

Dalam hikmah pengajian kali ini Sri Purnomo menandaskan arti dari tema yang diangkat dalam kajian ini yakni Berkah, Ramadhan dan Pandemi.

“Berkah, berasal dari bahasa Arab, barakah, yang maknanya menurut Imam al-Ghazali adalah ziyadah al-khair, yakni bertambahnya nilai kebaikan.  Sebagaimana Ilmu yang berkah memberikan nilai kemanfaatan dan kebaikan di dalamnya. Salah satu tandanya adalah ilmu tersebut diamalkan dan bermanfaat untuk dirinya dan orang lain serta mendatangkan kebaikan,” jelas Sri.

Sri Purnomo menambahkan bahwa dalam menyongsong Ramadaan1443 ini,  hendaklah kita jangan kendor karena pandemi, namun berbagai upaya harus dioptimalkan untuk ibadah karena ini menjadi kesempatan emas di bulan diamal Allah menjanjikan nilai yang lebih .

“Tambah semangat ke masjid untuk ibadah di bulan suci Ramadhan, bulan yang mulia  dan perkuat niat Allah akan mengijabah niat baik kita,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa ibadah tetap jalan meskipun dalam kondisi pandemi dengan tetap menerapkan prokes jika hendak ke masjid, selalu memakai masker, dan ketika sakit demam, batuk, dan pilek maka beribadah di rumah saja.

“Kita bisa mengambil ibrah kala terjadi wabah di jaman Rasul Muhammad. SAW yaitu apa yang dikenal dengan “thoun”, yang diterangkan jika thoun atau wabah di suatu wilayah maka jangan kamu masuki dan jika ada wabah maka tetap di rumah, jangan keluar rumah,” tutup Sri Purnomo. (Arief Hartanto)

image_pdfimage_print
Bagikan: