50 Koperasi di Sleman Pasif

Sleman – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Sleman mencatat, setidaknya ada 627 koperasi yang beroperasi. Sedang total aset dari koperasi tersebut mencapai Rp 1,58 trilyun dengan lebih dari 240 ribu anggota.

“Dari jumlah tersebut, ternyata tidak semua koperasi dalam keadaan aktif. Setidaknya ada 50 koperasi atau delapan persen diantaranya dinyatakan pasif atau tidak ada aktivitas.Disperindagkop terus melakukan upaya agar koperasi yang pasif tersebut dapat kembali hidup,” kata Kabid Koperasi Disperindakop Sleman, Teguh Budiyanto kepada wartawan di Sleman, kemarin.

Menurut Teguh, hingga akhir bulan Oktober 2014 ini, Disperindakop telah mencatat delapan persen koperasi dinyatakan pasif. Namun hanya sebagian kecil yang mampu dibina hingga aktif kembali.  “Dalam setahun hanya dua atau tiga koperasi yang dibina dan aktif kembali. Keterbatasan dana menjadi alasan kami tidak bisa membina mereka secara serentak,” kata Teguh. Ditambahkan Teguh, tahun ini pemerintah menganggarkan dana Rp 696 juta untuk pengembangan SDM.

Sedangkan Sementara anggaran penguatan modal koperasi yang telah digelontorkan mencapai Rp 4,5 miliar. Dan guna mengaktifkan kembali koperasi-koperasi tersebutdibutuhkan pendampingan intensif sebab tidak bisa jika hanya sebatas pelatihan satu atau dua kali saja. Diakui Teguh tidak mudah menumbuhkan kegiatan usaha di koperasi pasif.

Harus ada pembinaan beberapa kali sehingga tidak sebatas pelatihan saja melainkan pendampingan langsung di koperasi. Koperasi jika ingin bertahan lanjut Tegug idealnya menjalankan usaha tertentu. Seperti simpan pinjam. Kegiatan tersebut ternyata tidak dilakukan pada beberapa koperasi, sehingga membuatnya menjadi pasif. “Tahun ini ada lima koperasi pasif yang kita tangani. Mudah-mudahan semuanya berhasil,” ujarnya.

Mengenai anggaran yang dibutuhkan untuk kegiatan pendukung koperasi, dikatakan Teguh tidak dibatasi. Kepada pengurus yang memang membutuhkan dana dapat mengajukan ke Pemda. Nantinya akan diverifikasi, untuk menentukan berapa dana yang akan dibantukan.

image_pdfimage_print
Bagikan: