Bambu Jadi Hasil Hutan Bukan Kayu Unggulan Sleman

Sleman – Bambu sekarang ini sudah menjad hasil hutan bukan kayu unggulan Kabupaten Sleman, hal ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman No 306/Kep.KDH/A/2013 tanggal 29 Agustus 2013.

“Dengan keputusan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengembangan bambu sebagai tulang punggung perekonomian Kabupaten Sleman. Dan kedepannya bambu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani dan pengusahanya,” kata Joko Cahyono dari BP DAS (Daerah Aliran Sungai) Serayu Opak Progo kepada wartawan di Pres Room Pemkab Sleman, Rabu (5/11).

Menurut Joko yang didampingi kepala SKPD terkait dan pata pelaku bambu di Sleman, untuk mendukung program penanaman bambu di Sleman dari hulu sampai hilir ini akan dilakukan pengukuhan kelompok Asosiasi Sentra Bambu Sembada Kabupaten Sleman oleh Bupati Sleman bersamaan dengan workshop Temu usaha bambu Sleman untuk meningkatkan peluang pasar di UC Hotel UGM, Kamis (6/11).

Dikatakan Joko setelah bambu dijadikan hasil hutan bukan kayu unggulan Sleman selanjutnya Sleman akan membuat sentra penanaman bambu yang akan dikelola oleh Asosiasi Sentra Bambu Sembada Kabupaten Sleman dengan usaha penanaman bambu dari hulu sampai hilir. Sementara menurut Kabid Kehutanan dan Perhutani, Rofik Andriyana yang menjadi permasalahan industri bambu masih mengalami kekurangan bahan baku sehingga harus mendatangkan bambu dari luar Sleman.

Untuk tahap pertama penanaman bambu dikatakan Rofik, sudah dilakukan pada tahun 2013 lalu dengan luas lahan 30 hektar, kemudian tahun 2014 ini akan dikembangkan penanaman bambu di lahan 50 hektar. “Untuk selanjutnya targetnya bisa melakukan penanaman bambu seluas 500 hektar,” kata Rofik.

Ditambahkan Rofik, penanaman bambu ini selain untuk memenuhi kebutuhan industri, budidaya bambu juga bisa memperbaiki dan meningkatkan kualitas lingkungan. Bambu merupakan tanaman dengan pertumbuhan cepat. Rumpun bambu hanya membutuhkan waktu sekitar 4 tahun untuk menutup tanah. Penggunaan bambu sebagai furnitur dan bahan bangunan juga mengurangi kebutuhan kayu.

image_pdfimage_print
Bagikan: