Gandeng Relawan FPRB, PMI Gamping Gelar Aksi Donor Darah

Sleman – Usai melakukan sosialisasi tentang donor darah terhadap komunitas relawan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kapanewon Gamping dalam mendukung program Layanan Darah Sleman Gratis (Lada Manis) bagi penduduk Kabupaten Sleman, Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Gamping menggelar aksi donor darah yang dilaksanakan di Pendopo Kantor Kapanewon Gamping, Sabtu (2/4/2022).

Kegiatan ini dipantau langsung oleh Panewu Gamping, Sarjono didampingi Panewu Anom, Trisno Sunardi, Komandan Koramil 17/GP, Mayor (Inf) Jalu Susilarjo, serta Ketua PMI Gamping, Rustam Sutanto. Dalam sambutannya, Panewu Gamping, Sarjono menyampaikan apresiasi atas terlaksananya aksi donor darah yang diinisiasi oleh PMI Gamping dalam mendukung suksesnya program Lada Manis bagi warga Kabupaten Sleman.

“Dengan diluncurkannya program Lada Manis oleh Pemerintah Kabupaten Sleman maka perlu adanya persediaan darah yang jumlahnya tidak sedikit karena melalui program ini disediakan 10.000 kantong darah bagi warga sleman yang membutuhkan lewat rumah sakit yang sudah menjalin kerjasama dengan PMI Sleman secara gratis,” tutur Sarjono.

Ia menambahkan bahwa warga yang memiliki kartu tanda penduduk Kabupaten Sleman dapat memanfaatkan layanan darah secara gratis dikarenakan biaya pengolahan darah sudah ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Sleman sesuai dengan Peraturan Bupati Sleman Nomor 38.26 Tahun 2018 yang memuat tentang pedoman penyelenggaraan program jaminan biaya pengganti pengolahan darah.

Berdasarkan keterangan dari Ketua PMI Gamping, Rustam Sutanto, aksi donor darah merupakan program kerja tahun 2022 yang dilaksanakan sebanyak 2 kali dalam setahun. Adapun petugas donor darah yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari markas PMI Kabupaten Sleman berjumlah 5 orang, serta petugas dari PMI Kapanewon Gamping sebanyak 7 orang.

“Hari ini jumlah peserta yang mendaftar sebagai donor sebanyak 46 orang, namun yang memenuhi syarat sebagai pendonor hanya berjumlah 25 orang, karena ada 21 orang yang tidak lolos skrining Kesehatan yang dilakukan petugas sebelum mengambil darah peserta,” terang Rustam.

Dirinya menjelaskan, salah satu keuntungan sebagai pendonor darah yakni kesehatannya akan terpantau karena setiap kali akan mendonorkan darahnya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan sederhana (tekanan darah, dan hemoglobin), serta uji saring darah terhadap infeksi yang dapat ditularkan melalui darah.

Rustam mengakhiri penjelasannya dengan mengajak masyarakat sekitar agar mendonorkan darahnya secara rutin setiap dua bulan sekali agar tubuh terpacu untuk memproduksi sel-sel darah yang baru yang diperlukan sebagai pengangkut oksigen dan sari-sari makanan, serta menjadikan fungsi darah menjadi lebih baik. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: