Sleman – Setelah dua tahun pandemi berlangsung, akhirnya Safari Tarawih Keliling Kabupaten Sleman Ramadan kembali dilaksanakan pada Ramadan 1443 Hijriah. Kali ini, Safari Ramadan Kabupaten Sleman dilaksanakan pada Selasa (5/4/2022) malam bertempat di Masjid Wahyu Al Huda Tegalrejo, Rejodadi, Bangunkerto, Turi, Sleman.
Rangkaian kegiatan Safari Tarawih dimulai dengan salat Isya yang kemudian dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah dengan imam Kyai M. Faizin Al hafidz. “Kami atas nama warga Tegalrejo mengucapkan selamat datang kepada tim Safari Tarawih Kabupaten Sleman dan bapak ibu sekalian hadir di sini di Masjid Wahyu Al Huda Tegalrejo Bangunkerto dan bisa bersilahturahmi menunaikan salat Isya dan salat tarawih berjamaah,” ujar Panewu Turi, Wakhid Basroni.
Sementara Lurah Bangunkerto Anas Makruf mewakili Takmir Masjid Wahyu Al Huda Tegalrejo Bangunkerto menyampaikan beberapa hal mengenai Masjid Wahyu Al Huda.
“Masjid Wahyu Al Huda dibangun pada tahun 1983 dan diresmikan tahun 1993. Pada tahun 2022 mendapatkan bantuan dari Kesra Provinsi DIY sebesar Rp. 25.000.00 dan sampai saat ini program takmir masjid akan mengganti mustoko masjid dan mengganti atap masjid. Adapun Kegiatan rutin berupa pengajian setiap malam Jumat Pahing serta pengajian menjelang berbuka puasa,” ujar Anas.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya mengatakan dirinya bersyukur karena diberikan kesempatan untuk mengikuti salat tarawih berjamaah lagi setelah 2 tahun sebelumnya terhenti akibat COVID-19.
“Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan, semoga menjadi berkah bagi kita semua dan sebagaimana sebelumnya selama 2 tahun kita dihadapkan dengan situasi COVID-19, meski demikian harus memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Kustini juga menyampaikan keprihatinannya atas kejadian kejahatan jalanan yang saat ini masih terjadi, bahkan menimbulkan korban jiwa di Yogyakarta.
“Ini menjadi keprihatinan bersama dan kepada bapak ibu yang mempunyai anak-anak harus betul-betul diawasi dan diperhatikan keberadaannya di atas jam 22.00 WIB,” ungkap Kustini.
Kustini juga menyinggung mengenai stok kebutuhan bahan pokok yang ada di Kabupaten Sleman. “(Stok bahan pokok) mampu mencukupi kebutuhan masyarakat dan masyarakat harus teliti sebelum membeli barang-barang sebelum hari raya tiba, harus melihat kadaluwarsa,” imbuh Kustini. (Arief Hartanto)


