Cegah DBD, Kalurahan Sumbersari Adakan Pemantauan Jentik Nyamuk

Moyudan – Pasca munculnya 3 kasus demam berdarah (DB) yang menimpa warga, Pemerintah Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan langsung bergerak cepat dengan mengadakan pemantauan jentik nyamuk untuk mencegah terjadinya kasus DB yang lebih luas lagi. Pemantauan diadakan mulai Senin (4/4/2022) sampai dengan Senin (18/4/2022), dilaksanakan setiap hari Senin, Rabu, dan Sabtu ke seluruh wilayah Sumbersari yang terdiri dari 13 pedukuhan.

Pemantauan tersebut dilakukan bersama oleh Pemerintah Kalurahan, Kapanewon, Puskesmas, dan Koramil serta Polsek. Dalam pelaksanaanya, pemantauan dibagi menjadi 3 tim yang terdiri dari lurah, carik, kamituwa, staf, sanitarian darir puskesmas, Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), Tim Penggerak PKK, Koordinator PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Daerah) dan para kader dari masing-masing RT. Tim tersebut memantau dengan melakukan kunjungan dari rumah kerumah warga untuk memeriksa kamar mandi, bak penampungan air minum, pot-pot bunga, tonggak bambu, barang-barang bekas seperti ban, botol, kaleng, dan sebagainya.

Bhabinkamtibmas Sumbersari, Andri Desta berharap dengan adanya pemantauan ini masyarakat diminta semakin menyadari pentingnya kebersihan lingkungan bagi kesehatan.

“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama, maka kita harus bahu-membahu bekerja sama dan kita jaga besama-sama. Jika lingkungan bersih, maka kita bisa terhindar dari berbagai penyakit khususnya DBD,” jelasnya.

Sementara itu Catur Ahyati, Sanitarian Puskesmas Moyudan menuturkan bahwa tujuan pemantauan jentik-jentik ini dilakukan untuk mengetahui kepadatan populasi jentik nyamuk penular DBD, dan untuk memotivasi masyarakat dalam memperhatikan tempat yang potensial untuk perkembangbiakan nyamuk penular DBD. Lebih lanjut Catur Ahyati menyampaikan hasil pelaksanaan pemantauan jentik di Kalurahan Sumbersari dari tgl 4-18 April 2022 yaitu angka bebas jentik sebesar 83,40%, di mana dari 1446 rumah yang dipantau, 1206 rumah bebas jentik.

Lurah Sumbersari Sukadi  mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh kader dan semua semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan pemantauan tersebut dan memohon maaf jika ada kekurangan. “Apa yang kita lakukan adalah upaya pupur sadurunge benjut (berhati-hati sebelum celaka),” pungkasnya. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan)

image_pdfimage_print
Bagikan: