Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menyerahkan dana pencegahan dan penanganan stunting kepada 40 Kelompok Posyandu Balita Condongcatur di Ruang Wacana Loka Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (21/4/2022).
Penyerahan yang dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini tahun 2022 ini dihadiri oleh Lurah beserta jajaran bidang terkait, Dukuh Perwakilan Puskesmas Depok 2, Penanggung Jawab KB Kapanewon Depok, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pendamping desa dan perwakilan kader tiap posyandu
Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, dalam sambutannya menyampaikan penanganan stunting sendiri merupakan salah satu yang termasuk dalam pengalokasian Dana Desa, sehingga diharapkan dapat dipergunakan sebaik mungkin melalui posyandu untuk memperbaiki gizi balita untuk mencegah balita stunting di wilayah Kalurahan Condongcatur
“Melalui posyandu, dapat digunakan untuk penyediaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam kegiatan rutinnya. Saat ini menurut data laporan ada 44 anak yang tinggi badannya berada di bawah standar pertumbuhan anak seusianya, sehingga perlu penangganan dengan melibatkan Puskesmas Depok 2 untuk selalu memantau perkembanganya,” kata Reno.
Penyerahan dana dilakukan secara simbolis kepada 5 kelompok posyandu yaitu Posyandu Mawar dari Padukuhan Manukan, Posyandu Sekar Melati dari Padukuhan Ngropoh, Posyandu Kanthil dari Padukuhan Pringwulung, Posyandu Teratai dari Padukuhan Dabag, dan Posyandu Sekar Gambir 1 dari Padukuhan Joho.
Sementara Penanggung Jawab Program KB Kapanewon Depok, Siti Juwariyah, menyampaikan bahwa stunting penting untuk ditangani secara bersama, karena Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan, baik tubuh maupun otak pada anak, yang diakibatkan kekurangan gizi dalam waktu lama. “Anak stunting lebih pendek dari anak normal seusianya yang dimiliki dan memiliki keterlambatan dalam berpikir,” kata Siti.
Sehingga, ia menyambut baik strategi dari kalurahan condongcatur yang menyampaikan dana untuk pencegahan dan penanganan stunting di 40 posyandu dengan total dana Rp. 80 juta.
“Karena perbaikan status kesehatan dan gizi ibu hamil dan pra hamil merupakan program strategi dalam meningkatkan kualitas sampai 3 generasi kedepan,” ujar Siti Juwariyah. (Wasana/KIM Depok)


