Ngaglik – Anggota Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Donoharjo diminta agar peka terhadap konflik di sekitar, serta mampu menetralisir dan memediasi. FKPM diharapkan mampu melakukan penyelesaian konflik di masyarakat agar tidak menjadi besar dan dilaporkan polisi.
“Jika bisa diselesaikan masyarakat sendiri, diselesaikan sendiri agar tidak menjadi permainan padahal kemudian berdamai. Bagi polisi, jika sudah ditetapkan sebagai tersangka maka harus kirim data ke kejaksaan. Jika dipending sekarang tidak bisa,” jelas Susila, Kanit Binmas Polsek Ngaglik saat memberikan sambutannya pada Saresehan FKPM di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Selasa (17/5/2022).
Iptu Susila menjelaskan bahwa FKPM adalah mitra polisi dalam menjaga kamtibmas di masyarakat. Untuk wilayah Ngaglik, Iptu Susila menyebut Donoharjo paling banyak jumlah anggota FKPM-nya.
“Melihat dari laporan kegiatan dan keuangan, inovasi kegiatannya sehingga bisa mandiri, hal seperti inilah yang diinginkan oleh semua instansi. Jiwa sosial tentu ada imbal balik. Ada rejeki disyukuri, tidak ada pun diterima dengan baik. Jiwa sosial tinggi, tapi ora ngarep-arep (tidak mengharapkan),” ungkap Iptu Susila mengapresiasi FKPM Donoharjo.
Sejak dibentuk kepengurusan baru pada tahun 2020, bendahara FKPM Donoharjo melaporkan sampai saat ini tercatat uang masuk Rp38.137.000 dari donasi berbagai pihak termasuk anggota dan hasil keuntungan dari penjualan kaos, masker, maupun aksesoris. Jumlah pengeluaran tercatat Rp30.459 000 dan dengan saldo saat ini Rp7.678.000.
Selain untuk melaporkan kegiatan, saresehan FKPM ini diharapkan dapat menjadi momen silaturahmi, dan sarana melakukan tukar pikiran dan tukar pendapat yang bisa memajukan organisasi. (Endarwati/KIM Donoharjo).


