Rumah Belajar Sukarela Bantu Anak Capai Keberhasilan Belajar

Sleman – Sebagai wujud pengamalan sila kedua dari Pancasila dan membantu anak-anak di sekitar tempat tinggalnya yang berusia 7 sampai 12 tahun dalam menyelesaikan masalah kesulitan belajar di sekolah dalam mencapai keberhasilan belajar secara optimal maka siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Depok Sleman kelas XIII yang memiliki kompetensi keahlian Konstruksi Gedung, Sanitasi dan Perawatan, Azzahra Salsabila menginisiasi berdirinya ‘Rumah Belajar Sukarela’ yang terletak di Keditan, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman.

Berdasar keterangan yang diberikan Azzahra Salsabila di sela-sela mengajarnya, Rabu (18/5/2022) bahwa kegiatan sosial di bidang pendidikan ini adalah untuk memberikan layanan bimbingan belajar agar peserta dapat mengembangkan potensinya secara optimal dengan memberikan motivasi belajar selamanya secara positif dan efektif sesuai dengan kemampuan dan minatnya masing-masing sehingga siswa mampu mandiri dalam belajar.

Kegiatan yang sudah berjalan selama dua bulan tersebut disambut baik dan antusias oleh anak-anak sekolah yang tinggal di Keditan. Saat ini jumlah peserta pembelajar di Rumah Belajar Sukarela sebanyak 16 anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 1 sampai kelas 6. Adapun pelaksanaan kegiatan bimbingan belajar dilakukan secara rutin setiap hari Senin sampai Jumat pada pukul 18.30 hingga 20.00 WIB.

“Saya menginisiasi terbentuknya Rumah Belajar Sukarela bertujuan untuk membantu anak-anak di Keditan yang masih bersekolah dan belum pernah mengikuti bimbingan belajar komersil yang menjamur di Yogyakarta karena biaya yang mahal. Kalau anak-anak disini tidak dibantu dalam memahami materi pelajaran di sekolah maka mereka akan tertinggal sehingga tidak mampu mengerjakan ujian sekolah,” terang Zahra panggilan akrabnya.

Siswi yang pernah menjadi juara 1 lomba desain batik tingkat Provinsi dan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta di Tingkat Nasional serta meraih 200 thropy kejuaraan ini menambahkan bahwa dengan mengikuti bimbingan belajar di Rumah Belajar Sukarela siswa dapat secara terbuka menerima dan memahami kelebihan maupun kekurangannya, mengerti kendala dalam belajarnya, mengetahui faktor penyebabnya sehingga dapat mengatasi kesulitannya secara mandiri.

“Yang utama adalah peserta pembelajar disini memiliki kesiapan mental, keterampilan membaca buku pelajaran, mengerjakan tugas-tugas sekolah, membuat jadwal belajar, memantapkan diri dalam pelajaran tertentu, siap menghadapi ujian di sekolah, serta mau berusaha mendapatkan informasi terkini guna memperluas wawasannya,” tambah Zahra.

Di akhir keterangannya, Putri dari Ibu Eny kartiningsih dan pernah menjadi ‘Inspiring Student’ tahun 2016 di lembaga bimbingan belajar Prime Generation Yogyakarta tersebut berharap ada pihak yang secara ikhlas dan sukarela menjadi donatur di Rumah Belajar Sukarela untuk mendukung adanya  sarana dan prasarana yang memadai berupa meja kecil, papan tulis, dan alat tulis kantor guna menunjang penyelenggaraan kegiatan bimbingan belajar dalam aktivitas belajar mengajar sehingga menjadi lebih efisien dan membantu siswa mencapai keberhasilan belajar yang optimal. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: