Anggota JPSM Sehati Dapatkan Pelatihan Public Speaking dan Tour Guiding

Pegiat lingkungan Kabupaten Sleman yang tergabung dalam Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Sehati Kabupaten Sleman bersama Project B Indonesia dan pengelola tour wisata internasional Travelxism menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Public Speaking dan Tour Guiding dalam Potensi Wisata Daur Ulang Sampah bagi anggota kelompok JPSM Sehati Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin (23/5/2022) di kantor PSM Kasturi, Karang Asem, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, DIY.

Kegiatan pelatihan diikuti oleh 20 orang perwakilan dari beberapa kelompok pengelola sampah baik bank sampah, sedekah sampah, maupun TPS3R. Selain itu, hadir juga melalui virtual zoom Founder Travelxism, Co–Founder Project B Indonesia, dan mahasiswa dari program Kampus Merdeka.

Dalam sambutannya Co–Founder Project B Indonesia Yeby Yuriandara mengapresiasi seluruh pihak yang telah membuat program pelatihan untuk menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan anggota  kelompok pengelola sampah, dan bagaimana cara memadukan pengelolaan sampah dengan kegiatan wisata berkelanjutan.

“Harapannya kegiatan ini akan berlanjut dan bisa dikembangkan ke masing-masing kelompok sehingga bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi baru dalam usaha pengelolaan sampah,” kata Yeby.

Sementara itu, Founder sekaligus CEO Travelxism Gilang Ahmad Fauzi berharap Travelxism bisa membantu membuat suatu program di masing-masing destinasi wisata daur ulang sampah sehingga akan menumbuhkan wisata berkelanjutan berbasis pengelolaan sampah yang dilakukan anggota Kabupaten Sleman.

“Semoga kegiatan pelatihan ini memberikan manfaat kepada pengelola Sampah dan pariwisata Kabupaten Sleman,” kata Gilang.

Materi pelatihan Public Speaking dan Tour Guiding sendiri disampaikan oleh pemateri dari tim Travelxism yang terdiri dari Anidya P, Desy Putri Ramadhani, Fara Nabila Andayani, dan Yoga Hermawardana. Masing-masing pemateri memberikan pengetahuan mengenai bagaimana Public Speaking dan menjadi Tour Guiding yang baik ketika menerima tamu di destinasi wisata masing-masing.

Selain itu, diberikan juga pelatihan membuat konsep dan program pariwisata yang disesuaikan dengan kondisi kewilayahan dan ketersediaan prasarana penunjang, sehingga bisa membuat destinasi wisata yang menarik berwawasan lingkungan dengan biaya minimalis. (Kusnadi/KIM Berbah)

image_pdfimage_print
Bagikan: