Sleman Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan Masyarakat

Sleman – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat masih kekurangan tenaga kesehatan masyarakat. Kekurangan terjadi di tingkat layanan Puskesmas. Demikian disampaikan Kepala Dinkes Sleman, dr Mafilindati Nurani MKes di Sleman, kemarin. Menurut Linda kekurangan tenaga kesehatan masyarakat ini khususnya terjadi di bidang nutrisionis dan sanitaria. Saat ini, di 25 Puskesmas masing-masing hanya terdapat satu nutrisionis dan satu sanitaria saja.

“Jumlah ini tentunya belum cukup. Karena itu dibeberapa wilayah masih perlu tambahan tenaga kesehatan masyarakat,” tutur Linda.

Ditambahkan Linda luas wilayah dan kepadatan penduduk yang berbeda di masing-masing wilayah operasional Puskesmas menjadikan kinerja tenaga kesehatan kurang efektif saat menjalankan tugasnya. Sehingga pihaknya menilai perlu adanya penambahan tenaga kesehatan masyarakat. Di beberapa wilayah kecamatan, penduduknya sangat padat. Sehingga fungsi tenaga kesehatan masyarakat yang ada belum dapat menyasar secara keseluruhan warga.

Dari data yang ada di  Dinkes Sleman, wilayah Puskesmas yang paling membutuhkan tambahan tenaga kesehatan masyarakat antara lain di Sleman, Kalasan, Prambanan, Berbah, Moyudan, Cangkringan, Minggir, dan Depok.

Wilayah tersebut baru terkaver oleh satu Puskesmas saja kecuali Depok. Sementara untuk wilayah Depok meski sudah terkaver tiga Puskesmas, namun tenaga kesehatan masyarakat yang ada tidak sebanding dengan jumlah kepadatan penduduk.

image_pdfimage_print
Bagikan: