Ngaglik – Pendataan PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) dan PSKS (Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial) dilakukan untuk memperoleh database PPKS dan PSKS di DIY guna mendukung kegiatan pembangunan kesejahteraan sosial.
Data PPKS dan PSKS yang lengkap akurat dan mutakhir dapat dipergunakan sebagai bahan masukan serta pertimbangan bagi pimpinan dalam perencanaan dan kebijakan.
“Selain itu juga ditujukan untuk mengetahui perubahan sosial dari waktu ke waktu baik dari segi populasi, permasalahan yang muncul, maupun persebarannya,” kata Novian Tri Gunawan dari Dinas Sosial DIY dalam acara Bimtek PPKS dan PSKS di Aula Kalurahan Sukoharjo , Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Rabu (25/5/2022).
Sarastomo Ari, Sub-Koordinator Kelompok Substansi Data Kesejahteran Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman turut menjelaskan bahwa akhir-akhir ini perlu updating data untuk mengetahui kondisi riil. “Data bersifat dinamis sehingga data akan terus berubah. Kadang sudah dicoret tapi datanya kembali lagi sehingga kita dilatih kesabaran untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi PPKS,” ungkap Ari.
Ari juga mengatakan bahwa terkait kesenjangan sosial kita juga bisa memanfaaatkan potensi masyarakat yang punya kelebihan untuk saling berbagi, sehingga tidak ada kesenjangan antara si kaya yang tidak memiliki waktu tetapi memiliki kekayaan dengan si miskin yang punya tenaga tetapi tidak memiliki kekayaan.
Dari bimtek ini, petugas pendataan PPKS dan PSKS diharapkan dapat lebih termotivasi. Masalah, ujian, tantangan dan kesabaran yang harus dijalani akan sebanding dengan kebahagiaan sebagai pekerja sosial adalah ketika bisa memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. (Endarwati/KIM Donoharjo)


