Sleman – Dalam rangka mendekatkan akses pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat, Pemerintah Kalurahan Condongcatur mendirikan klinik kesehatan masyarakat yang diberi nama Klinik Nyawiji. Klinik tersebut diresmikan pada Jumat (27/5/2022) dibarengkan dengan acara rutin Gowes Jupon dan juga peresmian proyek-proyek yang ada di padukuhan di Pringwulung (Konblokisasi RW 41), Dabang (Konblokisasi RW 26 Pringgolayan), Pondok (Konblokisasi RW 6)
Klinik Nyawiji sendiri berada di Komplek Kantor Kalurahan Condongcatur, tepatnya di sebelah timur Gedung Serbaguna. Konsep klinik ini sendiri adalah memberikan pelayanan kesehatan dengan biaya yang terjangkau bagi masyarakat umum saat puskesmas tutup. Klinik Nyawiji dapat menjadi alternatif pertolongan kesehatan pertama sehingga akan mempermudah akses masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan, yang akan bersinergi dengan Puskesmas Depok II dan Rumah Sakit. Klinik Nyawiji dikelola oleh dokter-dokter muda yang berasal dari Kalurahan Condongcatur.
Seremonial peresmian klinik Nyawiji Kalurahan Condongcatur sendiri dihadiri langsung oleh Panewu Depok, Kepala Puskesmas Depok II, Danramil 11 Depok, Kapolsek Depok Timur, Kepala Cabang Bank BPD Condongcatur, Tim Manajemen Klinik Nyawiji, BPKal Condongcatur, Pamong Kalurahan Condongcatur, Lembaga Kalurahan, Kader Kesehatan Condongcatur dan para goweser Jumat Pon.
Panewu Depok, Wawan Widiantoro, menyambut baik terobosan luar biasa yang dilakukan oleh Pemerintah Kalurahan Condongcatur dengan membuat klinik kalurahan yang merupakan klinik kalurahan perama dan satu-satunya di Kabupaten Sleman. “Keberadaan klinik ini sangat penting untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat dengan biaya yang terjangkau,” kata Wawan.
Saat ini di Kabupaten Sleman ada 29 Rumah Sakit, di mana 10 di antaranya ada di Kapanewon Depok, mulai dari kelas biasa, menengah sampai layanan VVIP. Selain itu, di Depok juga telah ada 3 Puskesmas. “Tetapi tidak semua masyarakat dapat mengakses faskes tersebut dengan biaya terjangkau (murah),” lanjut Wawan.
<aka Klinik Nyawiji Condongcatur hadir sebagai jawaban atas permasalahan tersebut dengan konsep sederhana dan dekat karena juga menerapkan One Stop Service, begitu konsultasi periksa langsung diberi obat karena klinik Nyawiji telah dilengkapi ruang farmasi, kecuali pasien yang memerlukan tindakan medis lanjutan khusus,
“Harapannya masyarakat Condongcatur dapat deteksi dini mengetahui kesehatannya dengan adanya klinik Nyawiji ini ikut menjaga warga untuk tetap sehat, dikelola oleh dokter dokter muda yang ramah dan smart,” ujar Wawan.
Sementara dr. Yaltafit Abror Jeem, selaku perwakilan dari manajemen Klinik Nyawiji Condongcatur menyampaikan bahwa pendekatan Klinik Nyawiji adalah memberikan kemudahan akses bagi warga menengah kebawah (marginal) yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan.
“Harapannya dengan adanya Klinik Nyawiji menjadi lebih mudah, efisien dan efektif dan bersinergi dengan Puskesmas ketika jam tutup puskesmas maka dapat ke klinik Nyawiji condongcatur yang akan buka setiap hari mulai pukul 15.30 – 21.00 WIB,” terang dr. Yaltafit.
Sementara itu, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu berdirinya Klinik Nyawiji, seperti Bank BPD DIY yang telah memberikan bantuan CSR-nya sebesar Rp. 100 juta untuk merehabilitasi gedung bekas Polindes menjadi Klinik Nyawiji, juga kepada kepala Puskesmas Depok II yang membantu menginisiasi berdirinya Klinik Kesehatan Masyarakat dengan memberikan pendampingan.
“Kalurahan yang baik tidak hanya memberikan layanan dari sisi administrasi, tapi juga dari sisi kesehatan karena kesehatan adalah kebutuhan dasar manusia, diharapkan dokter-dokter muda yang ada di klinik nyawiji untuk tetap Istikamah menjadikan Kalurahan Condongcatur dapat melindungi masyarakat dari sisi kesehatan,” kata Reno.
Klinik Nyawiji, lanjut Reno, memberikan biaya yang terjangkau murah tetapi bukan murahan. “Ketika aktivitas masyarakat Condongcatur banyak di pagi hari, klinik Nyawiji buka pada sore hari, saling melengkapi dan bermitra dengan Puskesmas Depok II,” tambah Reno.
Peresmian ditandai dengan penguntingan pita oleh Panewu Depok, yang dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Lurah Condongcatur, sebelum melakukan peninjauan ruangan Klinik Nyawiji. Sementara itu di Gedung Serbaguna Condongcatur dilaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis, Pos Binaan Terpadu (POSBINDU) oleh Puskesmas Depok II seperti pengecekan tensi, pengecekan gula darah, pengecekan kolesterol dan konsultasi kesehatan yang banyak dimanfaatkan oleh para Goweser. (Wasana/KIM Depok)


