Sebanyak 40 pemuda dan Karang Taruna Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan mengikuti pelatihan membatik ecoprint dan jumputan. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman tersebut berlangsung selama lima hari mulai Senin (18/7/2022) hingga Jumat (22/7/2022) bertempat di Balai Pertemuan Warga Dusun Cageran, Tamanmartani.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Kemitraan Dispora Sleman, Ryan Loveta menuturkan, pelatihan bertujuan untuk memberikan ketrampilan bagi generasi muda yang diharapkan nantinya mampu menjadi generasi muda yang tangguh dan mandiri secara ekonomi.
“Program yang mendorong tumbuhnya minat dan semangat dibidang kewirausahaan pemuda masuk dalam program pemberdayaan pemuda tahun anggaran 2022,” lanjutnya.
Menurut Ryan, selama lima hari pertemuan tersebut para peserta mendapatkan materi berupa teori dan praktik. Materi yang didapat peserta meliputi pengenalan ecoprint, praktik membuat desain ecoprint di kertas, serta persiapan bahan dan tempat praktik. Setelah teori dan praktik ecoprint, peserta juga mendapatkan teori dan praktik membuat batik jumputan.
Melengkapi materi pelatihan, lanjut Ryan, peserta juga mendapatkan pembekalan tentang manajemen pemasaran dan pembiayaan wirausaha muda pemula, management quality, serta motivasi dari wirausaha muda berprestasi tingkat nasional Dyogi Miyosa Trianzie.
Beberapa peserta selama mengikuti pelatihan merasa senang, karena mendapatkan banyak ilmu baik teori dan praktik.
“Tadinya kami ragu dan takut, karena belum punya bekal apa-apa tentang membatik. Tetapi setelah mengikuti jadi tahu. Kami peserta senang, mengasyikkan, terlebih kami juga bisa menjalin silaturahmi dengan teman-teman asal padukuhan lain yang selama ini belum kenal,” kata salah satu peserta yang enggan disebut namanya.
Sementara Lurah Tamanmartani, Gandang Harjanata dalam acara penutupan pada Jumat (22/7/2022) meminta peserta untuk bersungguh-sungguh mengimplementasikan hasil pelatihan. Ia beranggapan bahwa pemuda harus mempunyai niat dan tekat untuk maju dan mandiri.
Oleh karena itu, Gandang minta agar peserta tidak segan-segan untuk berkonsultasi dengan Kamituwa Kalurahan Tamanmartani.
“Jadilah wirausahawan yang tangguh dan bertanggung jawab, agar kelah benar-benar mampu mandiri, bahkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,” pungkasnya. (Tri Joko S/KIM Kalasan)


