Sleman – Menanamkan cinta tanah air Indonesia sejak dini menjadi sangat penting dan mendasar agar tumbuh semangat dan jiwa nasionalisme, terutama di kalangan pelajar sekolah dasar.
Hal tersebut yang menjadi latar belakang Komite Sekolah bersama Guru SD Negeri Malangrejo, Kalurahan Wedomartani Kapanewon Ngemplak, menginisiasi penyelenggaraan Pawai Budaya Nusantara dengan mengusung tema “Berbeda untuk Bersatu” pada Selasa pagi (16/8/2022).
Pawai budaya dilaksanakan oleh para siswa bersama guru dan orang tua siswa dengan mengusung visi kebudayaan sebagai tindak lanjut dari desa mandiri budaya yang disandang oleh Kalurahan Wedomartani.
Siti Romlah selaku Kepala Sekolah SDN Malangrejo dalam sambutannya menyampaikan bahwa pawai budaya Nusantara ini adalah kegiatan perdana, dan satu-satunya SD negeri di wilayah Kapanewon Ngemplak yang melaksanakan pawai budaya dalam bentuk kirab dengan melibatkan seluruh siswa, mulai dari kelas satu hingga kelas enam dengan menyuguhkan pentas budaya berupa tarian nasional sebelum pawai berlangsung.
“Peran orang tua yang tergabung dalam komite sekolah sangatlah memberikan kontribusi yang besar hingga terlaksananya pawai ini,” ungkapnya.
Senada dengan apa yang disampaikan kepala sekolah, Ismartiningsih, Pengawas SD Kabupaten Sleman menyambut gembira dengan pelaksanaan pawai budaya ini. Menurutnya kegiatan ini merupakan wujud kerja kolaborasi dari seluruh unsur yang ada di sekolah dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dilingkungan sekolah.
“Sebagai generasi muda, pelajar harus terus bersemangat mengisi kemerdekaan dengan belajar yang giat dan mencintai budayanya, “ imbuhnya saat melakukan pemotongan pita sebagai penanda dimulainnya pawai budaya.
Pawai ini melibatkan sekitar 200 peserta, terdiri dari siswa, guru dan orang tua siswa dengan menggunakan pakaian adat Nusantara.
Kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, diawali dengan parade tarian nusantara yang ditampilkan oleh siswa di halaman sekolah tersebut disaksikan dukuh dan perangkat kalurahan, Bhabinkamtibmas serta tokoh masyarakat, sebelum dilanjutkan dengan pawai budaya berupa arak-arakan kirab dengan menyusuri lingkungan sekitar Kalurahan Wedomartani. (Nuradi-KIM Ngemplak)


