Sleman – Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menggelar acara FGD III Interkoneksi Destinasi di Kapanewon Tempel sebagai mendongkrak pengembangan wisata di Kabupaten Sleman, Kamis (25/8/2022) di Kopi Njongke Sendangadi Mlati, Sleman.
Aris Herbandang, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap pengelolaan pariwisata.
“Pariwisata dapat diartikan sebagai lokomotif pada sektor ekonomi. Dengan adanya Tempat Pariwisata yang dikelola dengan baik maka akan terbentuk pengembangan ekonomi masyarakat. Terlebih kini ekomoni masyarakat sudah kembali aktif,” kata Aris.
Kapanewon Tempel sendiri merupakan daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daerah wisata. Endang Dwi Wardani dari Caritra menuturkan, karakteristik Kapanewon Tempel sendiri memiliki sumberdaya ekowisata yang berorientasi pada kegiatan Gunung Merapi dan aktivitasnya.
“Fungsi kota Berdasarkan pusat-pusat pertumbuhan wilayah Kabupaten Sleman, menjadi wilayah dengan fungsi khusus/wilayah penyangga (buffer zone) dan menjadi pendukung dan batas perkembangan kota di tinjau dari Kota Yogyakarta,” jelas Endang.
Ia menambahkan bahwa zonasi tematik wisata di Kapanewon Tempel sendiri bisa digolongkan dalam 3 jenis yakni wisata minat khusus, pendukung aktivitas wisata, dan wisata sejarah dan budaya.
“Dengan mengangkat isu strategis berupa penyediaan sarana prasarana untuk mengoptimalkan potensi alam dan budaya serta pengembangan wisata lokal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan kualitas SDM,” tambah Endang.
Endang juga menjabarkan beberpa potensi wisata di Kapanewon Tempel, diantaranya adalah kesenian yang tumbuh dan berkembang di Tempel seperti Kesenian Ketoprak di Desa Pondokrejo dan Desa Banyurejo, Kuda Lumping di Desa Banyurejo, Jatilan di Margosono Desa Tambakrejo, Karawitan di Gaten Desa Sumberejo dan di Mandan Desa Banyurejo, sholawatan di Gadingan Desa Sumberejo dan di Karanggawang Desa Mororejo, dan Kuntulan di Semampir Desa Tambakrejo. (Arief Hartanto)


