Sleman – Keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk berkarya dan mandiri. Seperti yang dilakukan Sulaeman yang tinggal di Jl Kaliurang Km 13,5 Sukoharjo Ngaglik Sleman. Meski memiliki kekurangan dikakinya namun pria asal Jawa Barat ini berhasil memberdayakan kaum difabel disekitarnya dengan menjadikannya sebagai karyawan untuk mendukung usaha kerajinan kulit yang dirintisnya sejak tahun 1994.
Ya kini Sulaeman dengan usaha yang diberi nama Fanri collection berhasil memberdayakan 12 orang defabel bahkan ada pula mantan karyawannya yang juga defabel telah berhasil mandiri membuka usaha sendiri.
“Kami memang ingin membantu para defabel untuk bisa bekerja sehingga bisa mendapatkan penghasilan sendiri,” kata Sulaeman ketika menerima kunjungan prestour Humas Sleman dan Wartawan, kemarin.
Dikatakan Sulaeman bahwa dirinya memiliki ide membuat usaha kerajinan dari kulit ikan pari dan kulit sapi setelah menjadi instruktur di Dian Manggala dan di Yakkum. Dengan bekal kemampuannya menjadi instruktur pada defabel tersebut Sulaeman memberanikan diri membuat berbagai macam kerajinan dari kulit ikan pari dan kulit sapi dan ternyata bisa berkembang hingga sekarang.
Adapun produk yang dibuat antara lain dompet pria maupun wanita, sabuk/ikat pinggang, tempat HP, tas, gantungan kunci dan lainnya. Menurut Sulaeman untuk pemasaran masih di pasaran lokal di Indonesia namun yang membeli banyak juga orang asing. Sementara omset penjualan per bulannya bisa mencapai antara Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. Sedang harga jualnya untuk dompet antara Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta, dan untuk tas antara Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta.
“Kami juga mengirim untuk pesanan dari Bandung, Jakarta dan kota-kota besar lainnya,” kata Sulaeman yang dalam menjalankan usahanya dibantu istrinya.
Selain membuat produk untuk stok, Sulaeman juga menerima pesanan yaitu pemesan membawa bahannya sendiri. Untuk kebutuhan bahan kulitnya, Sulaeman mengaku tidak kesulitan karena ada suplayer dari Godean yang menyediakannya. Dan dalam sebulan kulit pari yang dibutuhkan antara 500 sampai 1000 lembar.
Ketika ditanya soal kenaikan harga BBM apa mempengaruhi produknya dikatakan Sulaeman hingga saat ini belum terdampak akibat kenaikan BBM.


