Keberhasilan Reformasi Birokrasi Ditentukan Profesionalisme PNS

DSC_0039 (1024 x 680)Sleman – Sekda Sleman, dr Sunartono MKes mengatakan keberhasilan reformasi birokrasi sangat ditentukan oleh profesionalisme, komitmen dan kekompakan seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Karena itu seluruh anggota Korpri dituntut untuk mampu menjawab tantangan serta mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” kata Sunartono ketika menghadiri Puncak acara HUT Korpri Ke 43, Hari PGRI Dan Hari Guru Nasional bersama di Gedung Serbaguna Sleman, Jumat (5/12).

Dikatakan Sunartono momen puncak acara Korpri dan HUT PGRI ini juga merupakan kesempatan untuk mengevaluasi kinerja di masing-masing lembaga baik Korpri  maupun PGRI.  “Bahwa sebagian besar anggota Korpri  adalah para guru yang sangat dituntut profesionalismenya,” tutur Sunartono.

Demikian juga para guru yang belum menjadi anggota KORPRI, sebagai pendidik saat ini juga  dituntut untuk meningkatkan kualitas kinerja mengingat Korpri dengan berbagai formasi jabatannya serta PGRI dengan guru sebagai anggotanya merupakan profesi yang dipilih sendiri. Dengan demikian juga harus  memahami bahwa konsekuensinya adalah dengan senantiasa mengikuti tuntutan jaman.

Dengan kondisi masyarakat yang semakin kritis dan cerdas, peningkatan profesionalisme dan peningkatan kapasitas pribadi adalah dua hal mutlak yang harus dipenuhi. Terlebih lagi guna menyongsong era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015, profesi apapun akan sangat dituntut kinerjanya. Hal ini dikarenakan tuntutan akan standarisasi kinerja juga menjadi poin utama dalam kualitas kinerja.

“Berkenaan dengan hal tersebut, saya mengajak baik guru maupun anggota Korpri lainnya sebagai pamong projo harus mampu menyiapkan dan mendampingi masyarakat menghadapi MEA 2015 yang sarat dengan kompetisi sebagai konsekuensi berlakunya kesepakatan internasional,” katanya.

Banyak permasalahan mendasar yang masih harus dibenahi bersama seperti tingkat pengangguran yang masih merupakan nomor satu di tingkat ASEAN, pekerja  yang masih didominasi tenaga kerja tak terdidik sehingga berpengaruh pada tingkat produktifitas.

“Terkait dengan hal tersebut, menjadi tantangan tersendiri bagi kita untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi  persaingan yang ketat.

Bagaimana menyiapkan generasi yang berkarakter serta berbudi pekerti tidak dapat dilepaskan dari pendidikan di tingkat keluarga sebagai komunitas masyarakat terkecil,” tambahnya.

image_pdfimage_print
Bagikan: