Sleman – Upacara saparan Bekakak yang diadakan di Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Jumat (5/12) sore menjadi pariwisata unggulan di Kabupaten Sleman. Hal ini lantaran keunikan dari upacara ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman, AA Ayu Laksmidewi, mengatakan upacara budaya saparan Bekakak merupakan salah satu event besar yang diselenggarakan setiap tahun.
Upacara tersebut sudah masuk dalam kalender event Kabupaten Sleman yang mengundang anime warga, baik dari Yogyakarta maupun luar daerah. “Keunikan upacara ini selalu mengundang antusiasme masyarakat. Ini merupakan hal baik yang harus dipertahankan,” paparnya usai melepas rombongan kirab.
Ayu berharap selain terus dilestarikan, even ini juga dapat meningkatkan ekonomi warga di Kecamatan Gamping terutama di Desa Ambarketawang. Di sisi lain, even ini merupakan aset besar Kabupaten Sleman. “Kami berharap, warga secara aktif ikut dalam pelestarian budaya. Karena budaya dibangun oleh masyarakat dan pelestariannya merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua panitia, Frans Haryono, mengatakan upacara ini dilatarbelakangi ritual tolak bala yang dilakukan warga Gamping. Upacara tersebut kemudian terus dilestarikan sebagai even budaya tahunan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pelestarian budaya leluhur. Upacara tahunan ini disambut antusias oleh warga, baik warga Gamping sendiri maupun dari wilayah lain,” paparnya.


