Forum PKP Sleman Evaluasi Kinerja Pokja Melalui Seminar Monev

Bertempat di Ruang Edelweis, The Rich Jogja Hotel, Kamis (24/11/2022), Forum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Seminar Monitoring dan Evaluasi Capaian Kinerja Pokja PKP.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman, Dwi Anta Sudibya. Ia mengajak kepada forum untuk mencermati kinerja yang telah dilaksanakan di tahun 2022 sekaligus memberi evaluasi terhadap kinerja PKP dalam berkontribusi untuk perbaikan.

Sudibya juga menekankan bahwa dengan diadakannya monev, PKP diharapkan mempersiapkan diri untuk mengambil bagian dalam mendukung pelayanan dasar sekaligus menentukan strategi yang tepat untuk mengatasi masalah. “Dari hasil monev PKP ini diharapkan dinas teknis akan memprioritaskan kegiatan yang menunjang pelayanan dasar,” lanjutnya.

Disinggung pula tentang strategi yang tepat untuk menangkap isu yang ada, seperti permasalahan sampah yang sedang dihadapi sekarang mengingat umur teknis TPST Piyungan yang sudah berakhir.

Sementara Dona Saputra Ginting, Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Sleman selaku narasumber dalam acara tersebut menyampaikan tentang capaian pengelolaan air limbah tahun 2022. Dona menyoroti tentang konsep pengelolaan air limbah domestik berdasarkan PermenPUPR No. 4 Tahun 2017. Dona turut menjelaskan tentang kondisi sarana prasarana air limbah domestik tahun 2022, akses aman dan layak daripada sanitasi terbangun dari mulai akses sanitasi belum layak, akses sanitasi aman dan akses sanitasi layak.

“Adapun capaian dari kondisi tersebut adalah 99,21 persen (368,372 KK) untuk akses sanitasi layak dan aman,” imbuhnya.

Selain itu, dilaporkan juga oleh Dona tentang capaian pengelolaan persampahan tahun 2022 dari mulai sistem pengelolaan sampah, sarana/prasarana penanganan sampah serta pengurangan sampahnya. Dalam paparannya, Dona menyebutkan bahwa jumlah sampah yang sudah tertangani 50,24 persen, sampah yang terkelola 77,13 persen, pengurangan sampah 26,88 persen, dan sampah yg tidak terkelola sebesar 22,88 persen.

“Sudah disiapkan strategi penanganan persampahan di tahun mendatang untuk menjawab permasalahan sampah ke depan,” tambah Dona.

Suwarsono, Kepada Bidang Perumahan DPUPKP Kabupaten Sleman sebagai pemateri kedua menyampaikan beberapa isu baik tentang RTLH, kekumuhan, isu rusun, dan permasalahan PSU Perumahan.

Berkaitan dengan RTLH, Suwarsono menjelaskan bahwa bertambahnya jumlah data RTLH setiap tahunnya dikarenakan adanya update pendataan kebutuhan rumah. “Di samping itu juga minimnya swadaya masyarakat sehingga banyak calon penerima bantuan yang mengundurkan diri,” kata Suwarsono.

Sementara Raden Adhi Heryadi, Ketua Forum PKP Sleman selaku narasumber terakhir menyampaikan laporan kegiatan forum PKP mulai dari isu strategis bidang PKP hingga realisasinya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

image_pdfimage_print
Bagikan: