Ngaglik – SDIT Ibnu Abbas 2 Pakem memupuk jiwa wirausaha siswa sejak dini dengan menggelar Market Day di SDIT Ibnu Abbas 2 Pakem, Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Jumat (24/11/2022). Acara ini bertujuan untuk melatih rasa percaya diri siswa, melatih jiwa wirausaha, daya kreasi dan inovasi, melatih jiwa kepemimpinan, dan jiwa gotong royong yang bebasis ilmu agama Islam.
Tema kegiatan yang dipilih adalah Kewirausahaan (Membentuk Jiwa Entrepreneur Sejak Dini). Dengan tema ini peserta didik diberikan kesempatan untuk berkarya, berinovasi dan berekreasi menciptakan suatu produk dengan bahan baku telah ditentukan pihak sekolah, yaitu olahan salak, olahan sosis, jajanan pasar, olahan jagung, dan olahan ketan.
“Sebagai produk unggulannya adalah inovasi olahan buah salak dengan alasan bahwa secara geografis sekolah ini berada di sentra budidaya salak dan penghasil buah salak terbesar di Yogyakarta. Hampir di setiap padukuhan di wilayah sekitar sekolah dijumpai pohon salak. Pada saat panen raya hasil salak melimpah dan seringkali harga sangat murah sehingga dibutuhkan inovasi untuk meningkatkan nilai ekonominya di samping memperpanjang daya tahan agar tidak mudah busuk yaitu dengan mengolah menjadi berbagai produk turunannya misalnya dodol salak, puding, setup, asinan, es buah, selai, es lilin seperti yang ditampilkan pada Market day saat ini,” kata Nurul Mukaromah, Kepala Sekolah SDIT Ibnu Abbas 2 Pakem.
Dengan Market Day ini, diharapkan para siswa mengenal satu sama lain yaitu dengan melakukan aktivitas jual beli, bertransaksi, selain itu siswa menjadi mengenal nilai tukar uang, dan juga cara mengatur keuangan sendiri.
Pada rangkaian acara ini juga diadakan panggung terbuka sebagai arena untuk menampilkan kegiatan ekstrakurikuler seperti karate , drumband, serta sebagai arena menyalurkan bakat seni siswa seperti baca puisi, menyanyi, menari, melukis, karate, drumband, pameran hasil karya siswa, dan panggung hiburan.
“Harapan kita ke depan bahwa dengan kegiatan ini dapat memperkuat karakter dan kemampuan peserta didik sehingga akan terwujud sekolah yang berkualitas, generasi berakhakul karimah, berprestasi, terampil dan peduli terhadap lingkungan,” pungkas Nurul.(Upik Wahyuni/KIM Ngaglik)


