Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman di aula Masdjid Agung Sleman dr Wahidin Sudiro Husodo, Senin (15/12) telah berlangsung pembukaan pelatihan Ustad dan Ustadzah tahun 2014 yang di buka oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI.
Dalam sambutannya Sri Purnomo memberi apresiasi yang tinggi kepada penyelenggara Pelatihan Ustad dan Ustadzah di Kabupaten Sleman karena Ustad dan Ustadazah adalah garda yang paling depan dalam masyarakat untuk mengajak membimbing masyarakat dan anak-anak ke jalan yang di ridhoi Allah.
Untuk itu Sri Purnomo berpesan karena di desa dan kota sudah tidak ada bedanya lagi karena informasi sudah sangat mudah untuk di akses melalui internet. Dengan adanya pembinaan Ustad dan Ustadzah kali ini untuk saling bertukar pengalaman dan saling mengisi antara satu dengan yang lainnya sehingga akan menjadi tambahan pengalaman dan informasi dari masing-masing Ustad dan Ustadzah.
Lebih lanjut Sri Purnomo mengatakan usia anak adalah merupakan masa yang sangat tepat bagi pendidikan dan perkembangan mental dan kepribadiannya. Dalam usia dini anak-anak sangat mudah untuk mempelajari sesuatu termasuk belajar ilmu-ilmu keagamaan.
Berkenaan dengan hal tersebut, usia emas tersebut harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menanamkan nilai-nilai agama serta membentuk karakter manusia Indonesia seutuhnya. Pembentukan karakter manusia merupakan manifestasi tujuan pendidikan yakni membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang beriman, taqwa, cerdas dan trampil.
Oleh karena itu, di dalam melaksanakan aktivitas pendidikan baik di sekolah, keluarga dan lingkungan harus diarahkan untuk membentuk generasi yang memiliki kemampuan daya juang dan mentalitas yang kuat serta rasa percaya diri dalam menjalani kehidupan dan memenuhi tujuan hidup.
Sri Purnomo juga berpesan kepada Ustad dan Ustadzah agar nantinya mengajak masyarakat yang beragama islam namun belum menjalankan sholat untuk terus diajak sholat. Itu menjadi tugas dari Ustad dan Ustadzah yang memang menjadi garda paling depan di masyarakat , karena dengan sholat yang baik semuanya amalan-amalan akan menjadi baik pula. Dan Dalam acara tersebut Bupati menyerahkan Buku Iqro’ dan buku tajwid dan 1 bh CD Metode Pembelajaran Tajwid kepada peserta pembinaan.
Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Sleman, Drs Hery Sutapa dalam laporannya bahwa maksud dan tujuan diadakannya pembinaan Ustad dan Ustadzah kali ini adalah sebagai sarana silaturahmi antara pemerintah dan ustad dan ustadzah , menumbuhkan dorongan semangat dan motivasi bagi ustad dan ustadzah dan memberikan pembinaan dalam rangka meningkatkan kemampuan ilmu pengetahuan baca Al Qur’an dan Tajwid serta manajemen TKA/TPA, Madin dan Majlis taklim sesuai dengan pedoman kitap suci AL Qur’an untuk menggapai kebahagiaan kehidupan dunia dan akhirat.
Sedangkaqn peserta pembinaan terdiri dari 800 peserta terdiri dari Pengelola/Ustad/Ustadzah TKA/TPA 400 orang, Pengelola Ustad dan Ustadzah Diniyah 100 Orang dan pengelola ustad/ustadzah mejelis taklim/kelompok pengajian/kelompok tadarus AL Qur’an/ kelompok Iqro’ 300 orang.
Adapun teknik pelaksanaan pembinaan di bagi dalam 4 angkatan dan masing-masing angkatan terdiri dari 200 peserta. Masing-masing angkatan berlangsung 1 hari dari pukul 08.00 s/d 12.00 WIB dimulai tanggal 15 Desember 2014 sampai 18 desember 2014.
Dalam pembinaan Ustad dan Ustadzah kali ini di Pemkab Sleman memberikan bantuan buku Iqro’ sejumlah 13.000 buku Iqro’diserahkan ke 800 titik. Nara sumber dalam pembinaan Ustad dan Ustadzah kali ini adalah dari Kemenag Kabupaten Sleman tentang penghayatan dan pengamalan isi kandungan AL Qur’an.
Ketua BADKO TPA/TKA Kabupaten Sleman tentang metode pembelajaran Iqro’ sesuai psikologi anak/santri. Abdul Chaliq Nurrudin( Praktisi Pendidikan Al Qur’an dan Ilmu Tajwid dan Dekan Fakultas Dakwah UIN Sunan Kali jaga Yogyakarta tentang manajemen pengelolaan madrasah Diniyah dan Majelis Taklim.


