Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan akhir-akhir ini sebagian kecil generasi muda banyak disoroti dengan aksi vandalismenya. Oleh karena itu generasi muda diharapkan dapat melakukan kegiatan kepada hal-hal posititf yang bermanfaat bagi alam dan masyarakat.
“Dengan mencintai alam dan lingkungan maka keinginan untuk merusak alam dan merugikan masyarakat bisa diredam. Menjaga dan melestarikan lingkungan hidup sama pentingnya dengan menjaga hidup itu sendiri,” kata Sri Purnomo di Sleman, Rabu (17/12).
Menurut Sri Purnomo, lingkungan yang baik dan terjaga kelestariannya merupakan warisan yang tidak ternilai bagi generasi penerus. Karena itu upaya konservasi yang telah banyak dilakukan berbagai kalangan tidak boleh terhenti setelah acara konservasi selesai. Kegiatan konservasi harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan terpadu.
Disampaikan Sri Purnomo bahwa Pemkab Sleman saat ini tengah berupaya untuk melakukan penanaman bambu sebagai kekayaan alam Hasil Hutan Bukan Kayu di wilayah Kecamatan Cangkringan, Tempel, Moyudan dan Seyegan. Dari sisi ekologi, bambu berperan penting dalam konservasi air dan konservasi lahan di koridor sempadan sungai sebagai kawasan perlindungan.
“Saya harapkan masyarakat melakukan hal yang sama pada setiap jengkal tanah yang tidak terpakai untuk ditanami pohon yang mampu menyimpan air dan bermanfaat bagi kehidupan,” tutur Sri Purnomo.
Berbagai kegiatan konservasi juga diharapkan mampu mendukung upaya perbaikan kerusakan pada habitat dan alam di wilayah Kabupaten Sleman yang merupakan daerah resapan air wilayah DIY. Selain itu, kegiatan konservasi juga diharapkan mampu memperbaiki kualitas lingkungan, serta menjadi salah satu upaya nyata Pemerintah dan masyarakat Sleman dalam usaha penghijauan serta menanggulangi pemanasan global.
Sri Purnomo menambahkan pada tahun 2014 ini Dinas pertanian, perikanan dan kehutanan Sleman telah membangun kebun bibit rakyat sebanyak 8 unit atau setara dengan 400.000 batang bibit. Pembangunan kebun bibit ini dimaksudkan agar masyarakat membuat pembibitan tanaman, menanam, memelihara dan memanen untuk perbaikan kesejahteraannya. Dinas pertanian juga akan melakukan penanaman lebih dari 650.000 batang pohon yang bersumber dari berbagai kegiatan.


