Kundha Kabudayan Sleman Adakan Workshop Penulisan Feature Berbahasa Jawa

Sleman – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman mengadakan Workshop Penulisan Feature Berbahasa Jawa di Joglo Nartoatmojo Margokaton, Seyegan Sleman pada Rabu (8/2/2023). Acara yang dikoordinasi Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman, Ita Kurniawati itu iikuti oleh 30 peserta dari Forum Guru Sleman Menulis (FGSM) dan Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Sleman.

Anas Mubakir selaku Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra,  dan Permuseuman Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa  pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan  bagi para penulis sehingga mampu menulis layak muat untuk Majalah Memetri pada khususnya dan media lain pada umumnya.

Sekretaris Dinas Kundha Kabupaten Sleman, Arif Marwoto, menambahkan bahwa pelatihan ini terlaksana sepenuhnya dibiayai oleh dana keistimewaan, termasuk penerbitan Majalah Memetri  yaitu Majalah berbahasa Jawa yang telah lama diterbitkan oleh Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman.

“Jika banyak yang mengirimkan naskah yang baik, maka oplah akan ditingkatkan  dan penerbitan majalah akan ditambah untuk  dibagikan kepada lembaga-lembaga yang ada,” ujar Arif.

Pelatihan menghadirkan Narasumber yaitu Budi Sardjono yang merupakan Redaktur Majalah Memetri dan juga penerima Anugrah Kebudayaan Kabupaten Sleman 2022. Ia menyampaikan materi tentang teknik menjadi reporter yang sukses di lapangan lengkap dengan teknik mewawancarai narasumber, menghadapi tantangan di lapangan, dan sebagainya. Sedangkan pemateri yang kedua adalah Sutopo Sugihartono yang juga  Redaktur Memetri. Pria yang juga pernah menjadi Redaktur Kedaulatan Rakyat selama 35 tahun ini memberikan materi tentang teknik menulis feature yang baik setelah mendapat bahan yang dikumpulkan dari lapangan.

Sedangkan narasumber ketiga adalah Wiwien Widyawati Rahayu, Dosen Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Departemen Bahasa dan Sastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Ia yang menguraikan  materi tentang Feature dan Fakta, lengkap dengan seni berkisah dengan fakta, tipe feature,  riset dan wawancara, sudut pandang, dan seratus kata pertama.

Dijelaskan bahwa menulis feature (seni berkisah dari fakta atau cerita dari objek  fakta yang dipilih) harus menyajikan seratus kata pertama yang menarik .

“Seratus kata pertama dalam feature memegang peranan penting. Apabila dalam seratus kata pertama penulis gagal memunculkan hal yang menarik dan gagal merangkul pembaca, feature tersebut tidak akan dibaca,” pungkasnya  (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan).

image_pdfimage_print
Bagikan: