Sleman – Semangat untuk berkarya dalam pembelajaran serta pengembangan literasi membaca dan menulis sangat terasa di SD Muhammadiyah Pakem. Hal ini berawal dari seorang guru penggerak yang memiliki hobi menulis dengan aktif dalam berbagai event menulis antologi, dan kemudian berupaya mengajak rekan guru dan murid-muridnya untuk terlibat menulis. Hingga SD Muhammadiyah berhasil menerbitkan puluhan buku hasil karya gabungan guru dan murid.
“Alhamdulillah saat ada 40-an judul buku yang telah terbit, yang terbaru adalah buku 13.000 puisi dalam event menulis puisi bertema cinta tanah air bersama Menteri Agama dan jajarannya,” ungkap Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Rr. Afiati Fatimah, Senin (20/2/2023).
Afiati menuturkan, terbitnya buku ini berawal dari puisi-puisi anak kelas 3 dalam tugas pelajaran Bahasa Indonesia saat hari Merdeka yang dikirimkan anak-anak melalui google form, dengan cara ini tentunya memudahkan guru untuk mengedit 91 puisi tersebut. Setelah dicek plagiasi dan diseleksi terpilih 62 puisi untuk dikirimkan ke penerbit.
“Kepala sekolah dan guru tentunya juga tidak mau ketinggalan dengan turut serta mengirimkan karya puisinya. Alhamdulillah, berkat event ini dan keaktifan dalam menulis buku-buku ini SD Muhammadiyah Pakem berhasil memperoleh penghargaan sebagai Sekolah Pegiat Literasi,” terang Afiati.
Masih menurut Afiati Fatimah,salah satu kultur yang di bangun adalah budaya literasi bagi warga sekolah yang beralamat di Jl. Kaliurang No.27, Gambiran, Pakembinangun, Pakem.
Semangat berproses ini tak berhenti, rencana selanjutnya akan menyelenggarakan event menulis cerita bertema “ Liburan Seru “ yang terbuka untuk umum dan bagi sekolah lain yang ingin turut serta. (Arief Hartanto)


