4 Tahun TRB Berkiprah Tangani Bencana

Sleman – Komunitas relawan mandiri Berbah yang tergabung dalam Tirto Rescue Berbah (TRB) menggelar peringatan hari jadinya yang ke-4 pada Minggu (26/2/2023) di Objek wisata Lava Bantal, Kapanewon Berbah. Peringatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa serta Sekda Sleman, Harda Kiswaya.

Kegiatan diawali dengan senam sehat yang juga menyeediakan banyak doorprize berupa sepeda, kompor, kipas angin dan masih banyak lagi yang semuanya berasal dari simpatisan relawan TRB.

Komandan TRB Berbah, Surowidiyono yang juga merupakan Dukuh Blendangan Berbah yang mengatakan bahwa TRB merupakan komunitas relawan mandiri  dari berbagai lintas daerah, yang tidak berafiliasi dengan pihak manapun, tetapi dalam melakukan penangan bencana atau pengamanan selalu bekerja bersama dengan berbagai pihak baik pemerintah swasta maupun perseorangan.

“Anggota TRB sendiri saat ini berjumlah sekitar 100 orang terbagi 70 anggota inti dan simpatisan. Anggota inti mengantongi Kartu Tanda Anggota TRB dan bernaung di bawah SAR DIY, dari anggota TRB sendiri ada 24 personil yang merupakan anggota SAR DIY,” ujarnya.

Pria yang biasa disapa Mbah Suro ini menuturkan, pada usia yang terhitung masih belia ini, dalam  kiprahnya TRB sudah banyak terlibat dalam kegiatan penangan bencana baik di lokal berbah, DIY sampai luar Jawa. Seperti ketika gunung Semeru meletus dan Gempa Cianjur, TRB mengirimkan anggota untuk membantu penangan bencana bergabung dengan relawan lainnya.

Selain itu, relawan TRB juga ada yang tergabung di SAR DIY, dengan total ada 24 orang aktif melakukan pemantauan dan pengawasan aktivitas gunung Merapi sesuai penjadwalan dari SAR DIY dan menempati posisi pemantauan di kali Kuning.

“Sebenarnya aktivitas kerelawan komunitas sudah lama dilakukan sejak sekitar tahun 2010 ketika terjadi erupsi merapi namun baru mengajukan registrasi tahun 2018, registrasi sendiri tujuan untuk legal formal juga untuk membangun kepercayaan masyarakat bahwa TRB adalah komunitas relawan mandiri namun terorganisir secara sah diakui pemerintah, sehingga masyarakat ketika dibantu bisa yakin keberadaan TRB,” kata Mbah Suro.

Untuk mendukung kegiatan kebencanaan, TRB memilik satu unit kendaraan yang fleksibel bisa digunakan pada berbagai kegiatan, seperti mengangkut crew TRB menuju lokasi bencana, evakuasi korban, mengantarkan jenazah dan lain sebagainya. Bahkan untuk kegiatan pengantaran jenazah pernah melakukan pengantaran sampai ke daerah Lampung.

“Karena sifatnya relawan mandiri semua operasional yang dikeluarkan menjadi tanggung jawab bersama relawan meski ada juga bantuan dari pihak lain yang sifatnya tidak mengikat,” tambah Mbah Suro.

Sebagai komandan TRB, Mbah Suro berpesan kepada semua anggota TRB bahwa setiap personel harus siap melakukan kegiatan penanganan kebencanaan serta penolongan, di manapun berada dan siap bergabung dengan pihak manapun terutama harus berperan aktif di lingkungan tempat tinggal masing masing.

“Tidak ada gunanya bisa menolong orang banyak kalo tidak bisa menolong tetangga sekitar tempat tinggalny,a” tandasnya.

Ditambahkan oleh Afek Irawan selaku sekretaris TRB bahwa keanggotaan relawan TRB didasari dengan keikhlasan semata, tidak ada tendensi apapun.

“Untuk masuk menjadi komunitas relawan TRB tidak ada persyaratan khusus yang penting ikhlas,” ungkap Afek.

Namun demikian, ketika ingin masuk ke Anggota SAR DIY, setiap relawan harus mendapatkan rekomendasi dari komandan TRB karena harus memiliki beberapa keterampilan khusus untuk dapat melakukan kegiatan seperti pencarian korban, dan evakuasi.

“Maka keterampilan kemampuan jelajah medan, survival, tali temali, sangat diperlukan oleh sebab itu pemilihan anggota SAR memang lebih ketat. Karena kegiatan bisa membahayakan diri sendiri. Ketika melakukan kegiatan pertolongan korban sebaiknya tetap mengutamakan keselamatan diri sendiri,” jelas Afek.

Untuk mengurangi resiko dan mencegah sesuatu hal yang tidak diinginkan keanggotan inti TRB adalah laki-laki jadi bukan masalah gender tapi meminimalisir risiko

“Juga yang perlu diperhatikan bagi para anggota relawan TRB adalah ikhlas, mandiri, pengabdian dan kebersamaan sesuai dengan semboyannya, Berdiri Bersama Untuk Sesama,” ujar Afek lagi.

Panewu Berbah Rohmiyanto, menuturkan bahwa Pemerintah Kapanewon Berbah siap terus mendukung kiprah TRB dalam membantu para korban bencana.

“Kami melihat dan merasakan bahwa TRB menolong membantu orang dalam kesusahan bencana tanpa pamrih dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Berbah yang sedang dalam kesusahan. Pemerintah Kapanewon Berbah sangat terbantu kegiatan TRB yang selalu ada di setiap penanganan bencana, semoga kerjasama yang baik akan selalu terjaga,” ujar Rohmiyanto. (Kusnadi/KIM Berbah)

image_pdfimage_print
Bagikan: