Margoluwih Cukupi Kebutuhan Air Minum Lewat Program Pamsimas

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margoluwih menggelar Sosialisasi Desa (Sosdes) berkaitan dengan Program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat Tahun 2023 bertempat di Pendopo Padukuhan Klangkapan II, Margoluwih, Seyegan, Selasa (7/3/2023). Sosialisasi ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi Pamsimas tingkat Kabupaten beberapa hari lalu.

Sunaryo, Lurah Margoluwih menyampaikan bahwa wilayah Klangkapan II yang terdiri dari 3 RW ini pada tahun 2018 memang telah mendapat bantuan Program Pamsimas.

“Namun cakupan pelayanan belum mencukupi, terlebih karena kualitas air yang tidak memenuhi syarat kemudian wilayah RW 7 yang tidak ada sumur gali sehingga perlu dilakukan perluasan dengan cara penambahan cakupan pelayanan. Direncanakan juga untuk program perluasan ini cakupan pelayanan sampai dengan dukuh Klaci,” ukar Sunaryo.

“Saya berharap Klangkapan II dan Klaci kebutuhan air minumnya dapat terpenuhi pada tahun ini,” imbuhnya.

Senada dengan Lurah Margoluwih, Rini Nurhidayati, Kawat Kemakmuran Kapanewon Seyegan menyampaikan bahwa perluasan program Pamsimas tersebut dengan cara menargetkan tambahan Sambungan Rumah (SR) sebanyak 160 SR yang akan menambah 115 SR yang sudah terpasang pada program Pamsimas yang dulu.

Rini juga mengingatkan adanya swadaya in kind 10 % dari dana hibah APBN tersebut dapat dipenuhi. Selain itu Rini juga menambahkan pada pertemuan kali ini dibentuk pengurus KP SPAMS sebagai pengganti KKM yang dulu sudah pernah terbentuk.

Yanuar, Koordinator Pamsimas Kabupaten Sleman, dalam sosialisasinya menyampaikan tentang tujuan Pamsimas tahun 2023 yaitu meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan air minum yang layak dan berkelanjutan dengan pendekatan berbasis masyarakat.

“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk program Pamsimas tahun ini tidak dibarengi dengan pembangunan fisik sanitasi, jadi hanya fokus intuk pembangunan sarana air minum,” terang Yanuar.

Yanuar menambahkan bahwa Klangkapan II ini memenuhi syarat untuk mendapat program Pamsimas karena kriteria kalurahan sasaran terpenuhi yaitu cakupan akses air minum layak belum 100 %, tidak termasuk daerah layanan PDAM, mempunyai sumber air baku atau SPAM Eksisting yang bisa dikembangkan, kesanggupan masyarakat berkontribusi 10 %, dan kesanggupan kalurahan untuk pengembangan SPAM terbangun

“Dengan kata lain program air minum ini merupakan kebutuhan dasar yang mempunyai syarat berkaitan dengan kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan,” imbuhnya.

Untuk efisiensi waktu, Yanuar mengatakan pendampingan fasilitator akan segera dilakukan dengan target penyusunan RKM (Rencana Kerja Masyarakat) pada bulan Maret ini.

“Sifat dari RKM di Klangkapan II ini adalah review terhadap RKM yang pernah disusun. Yang tidak kalah pentingnya adalah uji kualitas air katena digunajan untuk penyusunan DED,” tutur Yanuar.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan juga pembentukan Pokmas dan KP SPAM sebagai pengelola sarana terbangun, yang dipandu oleh Dewi, seorang fasilitator sosial. Dewi juga menjelaskan mekanisme pencairan dana dengan 2 tahap pencarian, ketentuan rekening Pokmas dan survey harga untuk pengadaan barang.

“Harapan konsultan pendamping, pelaksanaan program Pamsimas di Klangkapan II ini tidak hanya tepat sasaran, tepat Waktu, tepat dana tapi juga tepat administrasi.  Pendamping juga menyinggung bahwa sebelum diserahkan kepada masyarakat akan dilakukan uji fungsi sarana terbangun,” terang Dewi.

Setelah dilakukan tanya jawab dengan peserta sosialisasi, dilanjutkan dengan survey lokasi sumber mata air yang digunakan. Acara yang digelar pada pukul 09.00 wib tersebut berakhir pada pukul 12.00 wib. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

image_pdfimage_print
Bagikan: