Sleman – Takmir Masjid mengadakan kegiatan Mabit bagi satriwan/wati TPA dalam rangka menyongsong datangnya Bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah, bertempat di Masjid At Taufiq, Dusun Jamblangan Kalurahan Margomulyo Seyegan, Sabtu (11/03/2023)
Kegiatan rutin yang diadakan satu tahun sekali ini mengambil tema Malam Bina dan Taqwa dan mengagendakan sosialisasi pengelolaan sampah di Masjid. Topik tersebut diambil dari keprihatinan melihat kondisi lingkungan masjid yang masih banyak sampah plastik terutama botol dan cup air mineral yang berserakan di sekitar masjid. Hal ini terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan dari jemaah masjid termasuk santriwan/wati TPA At Taufiq yang masih membuang sampah sembarangan.
Kegiatan Mabit tahun ini diikuti 20 santri yang setiap hari Selasa dan Jum’at mengikuti kegiatan TPA di Masjid At Taufiq. Selain menghadirkan Santriwan/wati, hadir pula sejumlah orang tua dan wali santri yang mengikuti pembekalan malam bina dan taqwa.
Sosialisasi menghadirkan praktisi pengelolaan sampah, Sutarto Agus Raharjo yang memberikan pembekalan kepada para santri untuk peduli sampah khususnya di lingkungan masjid. Sutarto memperkenalkan eco masjid yang merupakan gerakan sedekah sampah berbasis masjid dengan cara Takmir menyediakan sarana berupa Kerancang yang diletakkan di salah satu sudut masjid, dan meminta semua jamaah terutama anak anak TPA At Taufiq untuk memasukkan sampah botol /cup air mineral dan sejenisnya kedalam keranjang yang telah disediakan.
“Dengan gerakan yang sederhana ini, takmir berharap bisa menjadi kebiasaan dan menular pada perilaku anak dalam pengelolaan sampah dimanapun berada. Paling tidak langkah kecil ini dapat menjawab kampanye Pilah sampah dari rumah,” ujar Sutarto.
Sutarto juga memberi gambaran dengan sedekah yang dilakukan dapat digunakan untuk berinfaq, membantu membeli sarana TPA maupun kegiatan yang bermanfaat lainnya. Sedangkan untuk menuju Ramadan yang minim sampah, Sutarto menganjurkan agar setiap santri ke masjid selalu membawa tumbler dan alat makan sendiri dari rumah. Pada kesempatan ini pula Sutarto mengimbau kepada Takmir untuk meminimalisir sampah kardus/duplek sebagai tempat snack dan menggantinya dengan piring.
“Intinya Ramadan dijadikan momentum untuk perubahan perilaku terutama dalam berinteraksi dengan sampah,” imbuh Sutarto.
Aiptu Prayitno dari Polsek Seyegan yang dihadirkan sebagai pemateri kedua, memberi bekal kepada anak-anak TPA tentang kedisiplinan. Prayitno mengajak santriwan/wati untuk berdisiplin dalam segala kegiatan, termasuk beribadah. Prayitno yang juga Babinkamtibmas Kalurahan Margomulyo ini memberi contoh tetang salat berjamaah yang tepat waktu.
“Demikian juga dengan ibadah Puasa Ramadhan yang sebentar lagi akan ditunaikan oleh kaum muslimin di seluruh dunia, kata kuncinya adalah kedisiplinan,” ungkap Prayitno.
Lebih jauh Prayitno mengajak kepada santri TPA untuk mengikuti rangkaian acara Mabit malam itu dengan penuh semangat termasuk mengaji, sholat Tahajut dan salat berjamaah.
Kegiatan yang dimulai dengan sholat magrib berjamaah ini, diakhiri pada pukul 21.00 wib. Kegiatan kemudian akan dilanjutkan dengan salat tahajut. (Sutarto Agus /KIM Seyegan)


