Sleman – Pada 2014, total nilai Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NHPD) berupa bantuan aspal mencapai Rp 4 miliar. Bantuan sebanyak 2.320 drum tersebut disalurkan ke 156 lokasi. Pelaksananya melibatkan desa. Jadi masyarakat membangun sendiri jalannya dengan dibantu pihak desa. Demikian antara lain disampaikan Assekda Bidang Pembangunan, Dra Suyamsih MPd, kemarin. Menurut Suyamsih, masyarakat akan lebih peduli untuk menjaga dan merawat jalan yang mereka bangun sendiri.
Tetapi, bukan berarti Pemkab tidak memperhatikan pemeliharaan jalan desa, apalagi kalau itu jalur yang krusial. “Tahun 2014 ini, ada anggaran Rp 2 miliar yang sewaktu-waktujuga bisa digunakan untuk pemeliharaan jalan desa sepanjang 807 kilometer,” kata Suyamsih.
Ditambahkan Suyamsih, DPUP (Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan) selalu siap sepanjang tahun. “Apalagi, hampir setiap hari saya menerima keluhan soal jalan rusak,” katanya.
Sementara itu, Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyatakan, sebenarnya tidak ada paksaan agar warga lebih memilih jalan conblock.
“Tergantung kesepakatan warga. Kalau memang menghendaki aspal ya tidak apa-apa,” kata Sri Purnomo.
Terkait dengan pengubahan status jalan desa menjadi jalan kabupaten, Sri Purnomo mengatakan, pihaknya perlu melakukan kajian teknis. Kalau jalan lintas desa atau karena kondisi mendesak lain sehingga minta ditingkatkan, akan coba direspons.


