Pembekalan Produk Makanan Sehat Bagi UMKM Srikandi Tempel Sleman

Sleman – Di tengah kelesuan ekonomi pasca pandemi COVID-19, ada beberapa usaha mikro justru mampu berdiri dan menjalankan roda usaha yang cukup produktif. Salah satunya adalah Kelompok Wanita Tani Srikandi di Dusun Soka Wetan, Kalurahan Merdikorejo, Tempel, Sleman. KWT ini berdiri pada pertengahan tahun 2022, seiring dengan melandainya pandemi yang sempat melanda selama hampir 3 tahun belakangan ini.

KWT Srikandi sendiri memproduksi makanan sehari-hari seperti cemilan dan nasi rames, nasi bungkus, serta nasi soto yang sangat digemari warga sekitar Soka Wetan.  Menariknya, masing-masing anggota KWT  memproduksi 1 jenis makanan tertentu lalu menitipkan di kedai tersebut.

Penjagaan kedai dilakukan secara bergiliran dan sebagai hasilnya, ibu- ibu yang tadinya hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga bisa mempunyai kesempatan untuk berproduksi dan menambah pemasukan keluarganya.

Untuk menopang usaha tersebut, sejumlah dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, memberikan pembekalan bagi KWT Srikandi untuk dapat terus berkembang. Tim yang terdiri dari Sugeng Riyanto, Ratih Herningtyas, Dinasti Pudang, dan Lusitania tersebut  memberikan pembekalan tentang bagaimana memproduksi makanan sehat dan menjadikannya branding pada usahanya, Minggu (12/3/2023)

“Dilatarbelakangi oleh konsumsi berlebihan masyarakat terhadap beberapa jenis bahan makanan yang tidak baik seperti pengawet, pemanis dan pewarna, maka para produsen makanan ini juga diharapkan untuk seminimal mungkin menggunakan bahan bahan tersebut,” ujar Sugeng Riyanto.

“Hal inilah yang membuat UMY merasa salut atas semangat KWT Srikandi Sokawetan dalam berpartisipasi mewujudkan masyarakat yang hidup sehat dari sisi makanan, lebih dari itu, anggota KWT juga dibekali cara mengenali kandungan bahan bahan pada makan yang dijajakan diberbagai toko,” imbuh Sugeng lagi.

Pada kesempatan tersebut, Sugeng dan timnya juga mengenalkan bahan makanan alami yang terdapat di lingkungan sekitar, sebagai alternatif pendukung makanan sehat.

“Alam sekitar yang subur, sebenarnya telah menyediakan berbagai jenis bahan makanan alami yang sehat seperti daun kelor (moringa), daun katu, daun bayam, dan lainnya yang dapat dicampur pada produk makanan tanpa mengurangi rasa dan aromanya. Bahan bahan seperti daun kelor mempunyai manfaat yang sangat banyak termasuk pada proses detoks,” jelas Sugeng.

Menurut Sugeng, upaya yang dilakukan tersebut nantinya dapat menjadi salah satu branding bagi produk KWT Srikandi

“Artinya jika KWT mampu menjamin produk produk makanan yang dihasilkannya terhindarkan diri dari penggunaan bahan yang berbahaya, niscaya akan tumbuh kepercayaan dari masyarakat untuk membeli produknya. Masyarakat juga mulai cerdas untuk mengkonsumsi makannan sehat,” tukas Sugeng.

Untuk semakin menguatkan kegiatan KWT tersebut UMY juga menyerahkan bantuan peralatan berupa sejumlah perkakas memasak seperti beberapa set kompor gas besar, beberapa set penggorengan, tabung gas, dan lain-lainnya, dengan total nilai bantuan lebih dari 4 juta rupiah.

 “Bantuan tersebut adalah bentuk partisipasi UMY membangun masyarakat dan dalam rangka memberdayakan masyarakat melalui usaha usaha produktif,” tutup Sugeng. (Arief Hartanto)

image_pdfimage_print
Bagikan: