Sleman – Sangat istimewa pertemuan tiga bulanan keluarga perikanan Sleman ke 66 dan kebetulan di Kelompok Tani Ikan Mino Ngremboko Bokesan yang baru saja menerima penghargaan dari Presiden sebagaai juara I tingkat Nasinal Lomba Gempita karena dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X . Hadir ikut mendampingi Gubernur  antara lain Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI, Kepala Pusat Penyuluhan BPSDM Kelautan dan Perikanan KKP Dr Ir Rina MSi, Dirjen Perikanan Budidaya KKP Dr Drs Jumbuh Rukmono MP, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY dr Andhung Pribadi MKes.
 Pada kesempataan tersebut Gubernur DIY menyampaikan bahwa KTI Mino Ngremboko patut berbangga atas prestasi yang diraih selama ini, kedepan agar dipertahankan dan ditingkatkan lagi.  “Dengan Mino Ngremboko ternyata mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan anggota,” kata Sultan.
Lebih lanjut disampaikan Sultan bahwa untuk memberikan bantuan penguatan modal baik itu bantuan hibah maka masyarakat/kelompok harus membentuk koperasi, tanpa membentuk koperasi maka bantuan tidak bisaa disalurkan. Maka Gubernur minta pada KTI Mino Ngremboko untuk segera membentuk sebuah koparesi. Pada kesempatan tersebut diserahkan pula bantuan calon induk Ikan Mas Najawa oleh Gubernur kepada perwakilan dari Kabupaten/Kota.
Disamping itu Gubernur didampingi Bupati Sleman juga meresmikan tempat pengolahan ikan krispi yang ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti, serta peresmian Masjid Al Huda yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan dilajutkan peninjauan. Masjid tersebut dibangun atas swadaya masyarakat yang disisihkan dari hasil kegiatan kelompok Mino Ngremboko.
Sedangkan Ketua Kelompok KTI Mino Ngremboko Drs Saptono melaporkan bahwa Modal kelompok sampai saat ini mencapai Rp 439,193 juta sementara assetnya mencapai Rp 799,454 juta  dan asset penjualan selama tahun 2013 mencapai Rp. 11,560 miliar dengan rincian benih Nila Rp. 1,9 miliar, benih Lele Rp 107,002 juta, Ikan konsumsi Rp 7,56 miliar, benih ikan gurameh, graskap, bawal dan mas Rp 1,4 miliar dan ikan hias (Koi,mas Koki, Cupang, Beta dll) mencapai Rp 592,99 juta.


