Sleman – SD Muhammadiyah Semingin merupakan satu-satunya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mendapatkan bantuan hibah 281 buku dari Kemendikbudristek Republik Indonesia. Untuk melihat pemanfaatan buku hibah yang diserahkan November 2022 itu dilakukan monitoring (Pemantauan) dan evaluasi oleh Balai Bahasa Yogyakarta (BBY) dan BPMP DIY.
Monitoring dan evaluasi di SD Muhammadiyah Semingin Sumbersari dilakukan oleh Dwi Pratiwi dari Balai Bahasa Yogyakarta (BBY) DIY dan Cokrowihasto, Widyaprada dari Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP Yogyakarta) Jumat (24/3/2023).
“Semua buku hibah dari Kemendikbudristek perlu ditempeli stiker jenjang pada sampul. Ini akan dikoordinasikan oleh tim pemantau kepada tim Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra,” papar Dwi Pratiwi.
Ia menambahkan perlu adanya pengelola khusus baik oleh guru maupun pegawai yang memilikiki kompetensi pengelolaan perpustakaan.
Cokrowihasto menegaskan perlunya penataan buku ramah anak. “Semua buku bacaan perlu ditata lebih ramah anak, sereta variasi ruang perpustakaan guna meningkatkan daya tarik anak untuk membaca,” tambahnya.
Sementara Kepala SD Muhammadiyah Semingin, Eny Purwaningsih melaporkan optimalisasi pemanfaatan buku hibah untuk meningkatkan literasi di sekolah. Program yang telah dilakukan, adanya jadwal kunjung siswa ke perpustakaan, pemanfaatan buku bacaan secara bergilir, pembiasaan membaca 15 menit sebelum pembelajaran, hingga setiap ruang kelas terdapat pojok baca.
“Alhamdulillah, monev berjalan dengan baik dan lancar. Mohon do’a restu semoga pelaksanaan literasi di sekolah bisa semakin baik,” papar Eny Purwaningsih.
“Untuk pengelolaan buku perpustakaan, kami juga dibantu mahasiswa yang sedang mengikuti program merdeka belajar,” tambahnya.
Pengurus Komite Zamahsari dan Agus Joko Indarto mengapresiasi optimalisasi kegiatan literasi di SD Muhammadiyah Semingin guna peningkatan mutu layanan dan output peserta didik. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)


