Pengembangan Perikanan di Sleman Diorientasikan 3 Pola

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan secara teknis pengembangan usaha perikanan di Kabupaten Sleman diorientasikan pada 3 pola pengembangan. Wilayah Sleman Barat dominan untuk pembesaran khususnya jenis ikan lele, gurami dan udang galah karena kondisi tanahnya yang berlumpur.

“Wilayah ini menjadi penghasil utama ikan konsumsi untuk Kabupaten Sleman. Sebagian wilayah Sleman Tengah dan Timur, dengan air  jernih dan jumlah yang cukup, memberikan banyak variasi jenis ikan yang dikembangkan seperti ikan karper, grass carp, nila dan bahkan juga ikan hias seperti ikan koi,” kata Sri Purnomo, kemarin.

Menurut Sri Purnomo pesatnya perkembangan usaha perikanan di Sleman juga mengakibatkan meningkatnya tingkat konsumsi ikan masyarakat Sleman. Ketersediaan ikan konsumsi pada tahun 2013 meningkat 3,98% menjadi 29,79 kg/kapita/tahun dari 28,65 kg/kapita/tahun pada tahun 2012.

“Ketersediaan ikan konsumsi  ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan ketersediaan ikan konsumsi ikan DIY sebesar 24,59 kg/kapita/tahun,” tutur Sri Purnomo.

Minapolitan di wilayah Kabupaten Sleman lanjutnya merupakan sebuah potensi yang terus dikembangkan secara terintegrasi dan berkesinambungan.  Disatu sisi Pemerintah Kabupaten Sleman harus mampu memberikan arah dan kerangka dalam pengembangan minapolitan. Disisi lain masyarakat mampu merespon peluang usaha budidaya perikanan yang besar ini.

Wilayah Sleman diungkapkan Sri Purnomo cocok untuk budidaya ikan air tawar. Berdasarkan data yang ada perkembangan perikanan di Sleman ini sampai sekarang  menunjukan prospek yang bagus. Pada tahun 2013 produksi ikan konsumsi mencapai 25,883.79 ton (meningkat 4 ton lebih dibandingkan tahun sebelumnya), benih ikan 947 jutaekor lebih. Untuk ikan hias meningkat menjadi 14 juta ekor dibanding tahun sebelumnya  yang hanya mencapai 13 juta ekor.

image_pdfimage_print
Bagikan: