Sleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman memprediksi tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan lebih rendah dipandingkan Pemilu. Itu berdasarkan pada pelaksanaan Pileg dan Pilpres lalu, dimana tingkat partisipasi pada Pilpres lebih tinggi.
Demikian disampaikan Anggota KPU Sleman Divisi Teknis Penyelenggara Haryanta dikantornya, Kamis (8/1). Menurut Haryanta, tingkat partisipasi pemilih pada Pileg di Kabupaten Sleman mencapai 81,4 persen. Angka tersebut naik pada Pilpres yakni 81,7 persen. Untuk itu pada Pilkada nanti, pihaknya tidak dapat menjamin jika partisipasi masyarakat lebih tinggi atau setidaknya sama dengan Pileg.
“Tentunya ini menjadi PR bagi kami selaku penyelenggara Pemilu. Tentu kita tidak berharap respon masyarakat lebih rendah. Namun setidaknya kita tetap berupaya agar minimal tingkat partisipasinya sama dengan Pileg. Jika dianalisa, di Kabupaten Sleman ini pendatangnya cukup banyak dan didominasi mahasiswa. Tentu tingkat kepentingan mereka juga berbeda terutama pada Pilkada,” ujarnya.
Haryanta menguraikan, ketika Pileg lalu KPU Sleman melayani lebih dari 8.000 pengajuan surat pindah memilih atau A5. Jumlah pemohon naik hingga lebih dari 13 ribu ketika Pilpres. Bisa jadi ketika Pilpres pilihannya sama, yakni hanya dua calon. Berbeda ketika Pileg. Sedangkan dalam Pilkada, kemungkinan pemilih hanyalah masyarakat Sleman saja yang memang ada kepentingan. Berbeda dengan pendatang.
Berdasarkan data KPU Sleman tahun 2009 dan 2010, ada peningkatan angka partisipasi pada Pileg dan Pilpres. Angka partisipasi Pileg 2009 sebesar 72,68 persen, sedangkan Pilpres naik menjadi 77,61 persen. Namun, ternyata pada pilkada 2010, angka partisipasinya turun menjadi 70,68 persen.
Sementara itu terkait persiapan Pilkada yang rencananya akan digelar serentak Desember nanti, hingga kini sejumlah persiapan masih terus dilakukan KPU. Salah satunya dengan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat tetap bersemangat untuk berpartisipasi, sehingga kekhawatiran akan terjadinya penurunan tingkat pemilih dapat dihindari.


