Sleman – Ada kabar menggemberikan bagi kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Sleman khususnya yang memproduksi pangan olahan. Sebab produk pangan hasil olahan UMKM di Kabupaten Sleman mulai dilirik penggiat perhotelan. Hal ini karena produk yang dihasilkan UMKM dinilai layak untuk disuguhkan di dalam lobi hotel. Demikian antara lain disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman, Asteria T Hesti kepada wartawan di Sleman, Jumat (17/1).
Dikatakan Asteria, bahwa produk-produk yang ditawarkan oleh UMKM di Sleman cukup beragam dan unik. Terlebih, produk yang ditawarkan menggunakan bahan baku lokal yang khas.
“Seperti penggunaan salak pondoh yang menjadi produk lokal, sehingga akan mempertegas identitas daerah Sleman,” kata Asteria yang telah mengunjungi pengelolaan produk salak pondoh di Donokerto Turi, Rabu (14/1) lalu.
Produk olahan salak pondoh akan menjadi nilai jual tersendiri dalam bisnis perhotelan, apalagi produk yang ditawarkan tidak kalah dengan produk pabrikan. Menurutnya, potensi pengembangan produk lokal ini sangat besar, bahkan bisa menjadi suguhan yang istimewa bagi tamu yang tidak didapatkan di kota lainnya. Sehingga akan menimbulkan kesan tersendiri dan berminat kembali mengunjungi Sleman.
“Selain meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, kerjasama yang akan dijajaki PHRI Sleman dengan UMKM juga akan mendukung perkembangan UMKM di Sleman,” tuturnya.
Di Sleman sendiri saat ini ada 104 hotel yang menjadi anggota PHRI di Sleman. Jika semua hotel tertarik untuk memanfaatkan produk ini, tentu akan besar sekali. Untuk itu, ke depan pihaknya akan mengarahkan anggota PHRI untuk mulai menjalin kerjasama dengan UMKM yang ada di wilayah Sleman.
Sebab hotel juga merupakan pasar yang besar dan layak dijajaki oleh pelaku UMKM.


