Ngaglik – Sebanyak 899 siswa dari 77 Sekolah Islam Terpadu Ibnu Abbas di bawah Yayasan Islam Cahaya Hati di Wisuda di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kasihan, Bantul pada Minggu (11/6/2023).
Ketua Pembina Yayasan Islam Cahaya Hati, Nandar Winoro mengungkapkan sekolah di bawah naungan yayasan Islam Cahaya Hati didirikan untuk menjawab kekhawatiran dari krisis akhlak yang terjadi pada generasi penerus.
“Salah satu penyebab terjadinya krisis moral di kalangan generasi penerus adalah minimnya pendidikan karakter yang diajarkan di sekolah,” kata Nandar.
Nandar mengatakan pendidikan karakter merupakan sistem penanaman nilai karakter yang meliputi komponen pengetahuan perasaan dan tindakan sebagai bentuk pembinaan akhlak dan tingkah laku individu.
“Untuk itu sekolah didirikan untuk membentuk karakter dengan menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an sedini mungkin. Dan diharapkan akan lahir pemimpin bangsa yang cerdas baik intelektual maupun spiritual,” kata Nandar.
Nandar menambahkan bagi siswa yang telah wisuda dan akan meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sudah selayaknya dapat memilih lembaga pendidikan yang bisa mengedepankan sisi keagamaan maupun akhlakul karimah.
Nandar berharap pula kelak mampu menjadi insan yang bisa memberi manfaat bagi agama, keluarga bangsa dan negara.
Sementara itu, Edi Purwanto dari Kantor Wilayah Departemen Agama DIY menyampaikan apresiasi kepada yayasan Islam Cahaya Hati yang telah membantu pemerintah dalam mencerdaskan bangsa dengan menyelenggarakan pendidikan di berbagai tingkatan.
“Kami juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendidik, bapak, dan ibu guru yang dengan telaten, rajin sabar dalam mendidik, membina, membimbing , mengarahkan murid-muridnya sehingga ke depan menjadi insan yang bukan saja cerdas secara akademik tapi juga ilmu agama dan berakhlak mulia,” kata Edi.
Edi berpesan kepada siswa untuk selalu menjaga akhlak dan ibadahnya.
“Jaga nama baik sekolah, guru, dan orang tua dimana pun berada yang telah mendidik menjadi pribadi yang saleh/Salehah. Karena tanpa mereka kita tidak bisa apa-apa”, tutup Edi.
899 siswa tersebut terdiri dari jenjang Taman Kanak – Kanak Islam Terpadu/Raudhatul Athfal (726 siswa), Sekolah Dasar Islam Terpadu/Madrasah Ibtidaiyah (147 siswa), dan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (26 siswa). KIM Ngaglik/Upik Wahyuni


