Depok – Takmir Masjid Nurul Hidayah Kayen (NHK) menyelenggarakan acara Pengajian Sambut Idul Adha 1444 H sekaligus Pembukaan Pengajian Rutin Malam Sabtu (PMS) oleh Bupati Sleman di Condongcatur,Depok, Sleman, Jumat (9/6/2023).
Ketua Takmir Masjid NHK, Ari Yulianto menyampaikan bahwa Pengajian Sambut Idul Adha 1444 H ini mengambil tema “Qurban Tanda Cinta Allah dan Sesama” yang disampaikan oleh Sri Purnomo (Bupati Sleman 2010 – 2021) dan Pembukaan PMS oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.
“Alhamdulillah di Padukuhan Kayen Condongcatur Depok Sleman ini dalam sepekan selalu ada kegiatan pengajian rutin. Setiap malam Kamis di wilayah RW 45, Malam Jumat di RW 44, dan Malam Minggu di RW 43. Selanjutnya PMS merupakan gabungan pengajian dari 3 RW tersebut”, kata Ari.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo memberikan apresiasi kepada Jamaah Masjid NHK yang telah rutin mengadakan PMS sejak tahun 1990an.
“Pengajian Rutin adalah mencari ilmu tholabul Ilmi yang harus dijalankan terus menerus dalam rangka menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Ibarat seperti batu yang keras apabila selalu ditetesi air maka akan ada bekasnya. Begitu juga dengan pengajian rutin akan menambah keimanan kepada Allah SWT, Hablum minallah maupun Hablum minannas”, kata Kustini.
Sementara itu, Kamituwa Kalurahan Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam berharap jamaah PMS banyak dan meluangkan waktu setiap malam Sabtu ke masjid untuk tholabul ilmi.
“Semakin memperdalam dalam ilmu – ilmu agama dengan berkumpul dan bersilaturahmi dalam pengajian rutin,” kata Thouvik.
Thouvik menyampaikan bahwa Padukuhan Kayen telah ditunjuk sebagai Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
“Harapannya dengan adanya pengajian rutin bisa menjadi benteng kita semua terkait Narkoba, mari kita jaga kekuatan dan ketahan keluarga kita terhadap bahaya narkoba melalui kampanye P4GN bersama Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama BNN Kab. Sleman ,”kata Thouvik.
Sedangkan, Sri Purnomo sebagai penceramah menyampaikan cerita kisah antara Qabil dan Habil.
“Dari cerita Qabil dan Habil dapat diambil hikmah seperti yang terkandung dalam Al Quran surat Al Maidah ayat 27-31 tentang perintah berqurban, taqwa, sabar, berserah diri, larangan memiliki sifat iri, dengki, dan serakah,” kata Sri.
Sri juga menyampaikan bahwa melaksanakan kurban dengan penuh penghayatan dapat memupuk sifat mahmudah.
“Sifat mahmudah berupa ketaatan, ketundukan atas perintah Allah SWT, pemurah terhadap sesama, bertaubat, menambah rasa syukur. Di samping itu hikmah berqurban adalah memupuskan sifat mazmumah seperti cinta dunia, kikir, pelit, sombong, dendam, hasad, dengki dll,” tutup Sri. KIM Depok/Wasana


